Rektor UIN STS Jambi Hadiri Pembukaan MQK Tingkat Internasional di Sulawesi Selatan

Berita 2 menit baca 140 kali dilihat
Rektor UIN STS Jambi Hadiri Pembukaan MQK Tingkat Internasional di Sulawesi Selatan

Untuk pertama kalinya, Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) tingkat internasional digelar di Indonesia, bertepatan dengan pelaksanaan MQK Nasional ke-8. Acara akbar ini berlangsung di Aula Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama (Menag) RI, Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Wajo, jajaran pejabat Kementerian Agama, serta para rektor perguruan tinggi keagamaan Islam dari seluruh Indonesia, termasuk Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M. Pd.

Turut hadir pula Prof. Dr. Said Agil Husin al-Munawar, mantan Menteri Agama era Presiden Megawati Soekarnoputri, yang bertugas sebagai Ketua Dewan Hakim.

Event internasional ini diikuti peserta dari 10 negara Asia Tenggara dan lebih dari 20 negara lainnya. Termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi diplomasi budaya Islam Indonesia. Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar itu menegaskan pesan besar tentang perdamaian globaldan pelestarian lingkungan sebagai tema sentral MQK perdana berskala internasional.

Menag dalam sambutannya menyoroti dampak perang dan kerusakan iklim yang terus menelan korban. Ia menegaskan, MQK bukan sekadar lomba membaca kitab, tetapi forum intelektual yang menghubungkan ulama, akademisi, dan santri lintas negara. “Pesantren adalah poros perdamaian dunia, dan kini saatnya bahasa agama mengambil peran untuk menjaga alam,” ungkap Menag.

Di sela kegiatan, Rektor UIN STS Jambi juga menyampaikan bahwa pesantren adalah laboratorium nilai Islam. Tempat tumbuhnya spirit toleransi, keadaban, dan kesadaran ekologis. Menurut Rektor, UIN STS Jambi siap mendukung pengembangan pesantren yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sebagai bagian dari kontribusi pada perdamaian dunia.

Rektor berharap agar gelaran MQK Internasional ini dapat menjadi momentum penguatan peran pesantren dalam skala global, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi keagamaan Islam. Termasuk UIN STS Jambi, sebagai pusat pengembangan khazanah pendidikan Islam yang ramah lingkungan dan pluralis.
(*)

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri. All Rights Reserved. UTIPD 2026.