Rektor UIN STS JAMBI Merekognisi Kepemimpinan Transformasional dalam Pengelolaan Ibadah Haji 2024

Opini 3 menit baca 1,686 kali dilihat
Rektor UIN STS JAMBI Merekognisi Kepemimpinan Transformasional dalam Pengelolaan Ibadah Haji 2024

Jambi 19/06/2024 Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. As’ad, M.Pd, mengutarakan analisis mendalamnya terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024. Prof. As’ad yang merupakan Guru Besar UIN STS Jambi di bidang Manajemen Sumber Daya Insani mengidentifikasi beberapa postulat riil nilai-nilai transformasional yang dilakukan oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam pengelolaan Ibadah Haji selama masa kepemimpinannya, khususnya di tahun 2024. 

Sebagaimana diketahui bahwa kepemimpinan transformasional dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan seorang pemimpin dalam mengubah lingkungan kerja, motivasi kerja, pola kerja dan nilai-nilai kerja yang diterapkan kepada seluruh anggota organisasi sehingga dapat menerjemahkan dan mengoptimalkan kinerja untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Selain itu, Kepemimpinan transformasional dapat diidentifikasi melalui bentuk nilai, keyakinan, dan kebutuhan. Termasuk di dalamnya innovasi sebagai bentuk terobosan baru.

Prof. As’ad melanjutkan bahwa kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas dari awal kepemimpinannya telah menggagas nilai utama pengelolaan ibadah haji yaitu Haji Ramah Lansia. Berdasarkan data diketahui bahwa Jemaah lansia dengan usia 65 tahun ke atas pada operasional haji 2023 M jumlahnya lebih dari 60 ribu Jemaah atau sekitar 30% dari keselurahan jumlah Hujaj Indonesia. Tentu saja persentase tersebut mempengaruhi kondisi Jemaah haji secara keseluruhan karena Jemaah haji lansia tersebar di seluruh kloter dan kelompok yang lebih besar. Oleh sebab itu, pelayanan jamaah haji yang berorientasi pada lansia menjadi standar maksimal pelayanan haji yang juga berdampak terhadap Jemaah haji non-lansia. Selain itu, Haji ramah lansia sebagai sebuah nilai standar pelayanan akan mempengaruhi budaya kerja seluruh komponen dan individu yang terlibat dalam pengelolaan dan pelayanan pada setiap penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun.

Selain haji ramah lansia, Menag Yaqut Cholil Qoumas juga mengambil perhatian terkait Mitigasi Risiko Haji. Di mana, manajemen resiko merupakan salah satu poin penting Langkah manajerial khususnya terkait pelayanan publik. Selain orientasi kepada Jemaah lansia, mitigasi risiko haji akan mengidentifikasi persoalan-persoalan lain yang mungkin atau bisa jadi akan muncul pada setiap penyelenggaraan ibadah haji. Resiko-resiko tersebut diketahui melalui factor-faktor internal dan eksternal yang melingkupi penyelenggaraan haji. Faktor-faktor seperti isu perubahan cuaca, pemangkasan kuota jamaah haji dari kerajaan Arab Saudi dikalkulasikan secara detail untuk menghasilkan kebijakan yang dapat meminimalisir resiko-resiko dalam setiap penyelenggaraan Ibadah Haji dari tahun ke tahun. 

Prof. As’ad juga mengapresiasi penyelenggaraan ibadah Haji 2024, baik pengurusan jamaah dari dalam negeri maupun setelah sampai di Arab Saudi, mulai dari akomodasi, transportasi, hinga konsumi jemaah. Pelayanan tersebut selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun, hal ini membuktikan komitmen yang kuat Menag Yaqut Cholil Qoumas untuk meningkatkan kualitas ibadah haji dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dibuktikan dengan terus berkurangnya problem lapangan yang dikeluhkan oleh jamaah. Tentu saja setiap pelaksanaan memiliki tantangannya masing-masing yang terus diperbaiki dan menjadi bahan evaluasi pada pelaksanaan haji di masa yang akan datang.

Prof. As’ad juga menyoroti kemampuan Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam membangun Diplomasi Haji antara Indonesia dan Arab Saudi yang menjadi Agenda Utama di masa kepemimpinannya. Inovasi ini mempengaruhi peningkatan kualitas penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun. Terakhir, ditemukan bahwa diplomasi haji yang dibangun oleh Menag telah menghasilkan penambahan kuota haji Indonesia tahun 2024 sebanyak 20.000 kuota jamaah yang dibagi peruntukannya 10.000 bagi jemaah haji reguler, sementara 10.000 lainnya untuk jemaah haji khusus.

Dapat disimpulkan bahwa kepastian nilai pelayanan haji ramah lansia sebagai standar penyelenggaraan haji di masa kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang diikuti dengan mitigasi risiko haji dalam menentukan kebijakan penyelenggaraan haji ditambah dengan inovasi diplomasi haji telah membentuk kepemimpinan transformasional yang dilakukan oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas yang sangat patut untuk diapresiasi dan direkognisi dalam skala kepemimpinan nasional Indonesia.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.