Rektor UIN STS Jambi Pastikan Kericuhan Usai PBAK Tak Terulang Tahun Depan

Berita 3 menit baca 834 kali dilihat
Rektor UIN STS Jambi Pastikan Kericuhan Usai PBAK Tak Terulang Tahun Depan

Jambi – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., memastikan persoalan yang terjadi setelah penutupan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pekan lalu telah dilakukan tindak lanjut. Rektor memastikan tahun depan peristiwa serupa tidak akan terulang lagi.

Pernyataan ini disampaikan Rektor di sela kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) RI, Prof. M. Arskal Salim GP., M.Ag., Ph.D. bersama rombongan, dalam lawatannya ke UIN STS Jambi, Rabu (3/9).

Rektor juga mengatakan bahwa di bawah arahan sekaligus tindak lanjut dari Prof. Arskal Salim, konflik tersebut juga sudah menemukan titik penyelesaian. “Pertama, saya tentunya mewakili civitas academica UIN STS Jambi meminta maaf bila ada pihak-pihak tak nyaman atas peristiwa ini. Bila ada pihak yang merasa dirugikan, silakan tempuh jalur hukum. Dan hasil proses hukumnya tembuskan ke kami agar bisa ditindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku. Hal ini juga sambil menunggu tim investigasi pencari fakta Senat UIN STS Jambi yang sudah dibentuk tak lama usai peristiwa. Mereka terus bekerja hingga saat ini,” katanya.

“Perlu saya sampaikan bahwa setelah melalui pertemuan intensif beliau (Prof. M. Arskal Salim, red) dengan berbagai pihak, termasuk organisasi ekstra kemahasiswaan. Baik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Jambi, dicapai kesepakatan untuk saling meminta maaf dan memaafkan,” ujarnya lagi.
Dalam kesempatan ini, Rektor mengucap syukur bahwa semua pihak sepakat untuk menutup insiden ini dengan saling memaafkan. Terlebih karena Insiden pemukulan setelah penutupan PBAK memang telah menodai citra kampus, dan ke depan hal itu tidak boleh terulang lagi.

Rektor menjelaskan, ketiga pihak juga mengakui adanya tiga faktor pemicu yang memanaskan situasi hingga terjadi kericuhan. Yakni terkait proses rekrutmen relawan PBAK, penggunaan atribut oknum dari organisasi ekstra dan ditampilkan secara terbuka di auditorium saat kegiatan berlangsung. Kemudian berkaitan dengan beredarnya surat undangan internal salah satu organisasi ekstra untuk mengumpulkan kadernya pada hari penutupan PBAK di kantin kampus, yang lokasinya berdekatan dengan auditorium.

Rektor menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen dan memastikan tiga titik pemicu tersebut tidak akan muncul kembali pada pelaksanaan PBAK tahun 2026 mendatang. “Kami akan mengambil langkah tegas agar proses rekrutmen kepanitiaan yang sebelumnya dipersepsikan kurang fair pada tahun depan akan dilakukan lebih transparan. Bebas dari diskriminasi, dan pelaksanaan PBAK berjalan sesuai regulasi tanpa ada gesekan antarorganisasi,” jelasnya.

Selain itu, kata Rektor, baik PMII maupun HMI Cabang Kota Jambi telah menyatakan kesediaannya untuk tunduk pada aturan yang ditetapkan kampus dalam pelaksanaan PBAK berikutnya. Sebagai tindak lanjut, seluruh poin kesepakatan akan dituangkan dalam sebuah pakta kesepakatan yang akan ditandatangani bersama.

“Pakta kesepakatan ini akan menjadi komitmen moral dan kelembagaan. Setiap pihak juga sepakat untuk ikut memantau dan melaporkan jika ada perkembangan di luar kesepakatan,” ujar Rektor. (*)

Maulana Abdul Ghaffar

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.