Rektor UIN STS Jambi Titip Lima Pesan kepada 150 Wisudawan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak

Berita 5 menit baca 105 kali dilihat
Rektor UIN STS Jambi Titip Lima Pesan kepada 150 Wisudawan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak

SABAK — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi sekaligus Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XIII, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menitipkan lima pesan penting kepada 150 wisudawan dan wisudawati Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Lima pesan tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., saat menghadiri Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Sabtu (5/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Sekretaris Kopertais Wilayah XIII, Dr. H. Jamrizal, M.Pd. Turut dihadiri Ketua IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) DPW Jambi sekaligus Dekan FEBI UIN STS Jambi Dr. Rafidah, S.E., M.E.I

Di hadapan para wisudawan dan wisudawati, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengingatkan bahwa penerimaan ijazah bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, wisuda menjadi awal bagi para sarjana untuk memasuki proses pembelajaran yang lebih nyata dalam kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat. “Hari ini Anda menerima ijazah. Tetapi saya ingin menitipkan lima pesan,” ujar Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.

Pesan pertama adalah terus belajar. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan tanda bahwa seseorang telah selesai belajar, melainkan tanda kesiapan untuk belajar dalam bentuk yang lebih nyata. “Wisuda bukan tanda bahwa Anda telah selesai belajar. Wisuda adalah tanda bahwa Anda siap belajar dalam bentuk yang lebih nyata,” katanya.

Pesan kedua, menjaga integritas. Menurut Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., kompetensi menjadi modal untuk mendapatkan kepercayaan dalam bekerja, sementara integritas menjadi landasan untuk mendapatkan kepercayaan dalam memimpin. “Kompetensi membuat Anda dipercaya untuk bekerja, tetapi integritas membuat Anda dipercaya untuk memimpin,” tegasnya.

Pesan ketiga, jangan takut memulai dari bawah. Ia mendorong para lulusan untuk tidak ragu memulai perjalanan dari pekerjaan yang halal, usaha kecil, desa, komunitas, maupun dari persoalan sederhana yang dapat mereka selesaikan. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Pesan keempat, jangan meninggalkan kampung halaman dalam pikiran dan pengabdian. Para lulusan didorong untuk berani keluar daerah, mengembangkan diri, dan meraih pengalaman di berbagai tempat, tetapi tetap mengingat daerah asal dan memberikan kontribusi ketika memiliki kesempatan.

“Jika Anda bekerja di Jakarta, Batam, Kuala Lumpur, Singapura, atau di belahan dunia mana pun, jangan lupa dari mana ilmu itu bermula. Jadilah sarjana yang pergi untuk berkembang, tetapi tidak lupa untuk kembali memberi,” pesan Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.

Pesan kelima, menjadi manusia yang bermanfaat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari jabatan, penghasilan, maupun banyaknya gelar yang dimiliki.

Mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ia mengajak para sarjana mengukur keberhasilan dari seberapa besar kehadiran mereka mampu membawa perubahan positif bagi kehidupan orang lain. “Jangan ukur keberhasilan hidup hanya dari jabatan, penghasilan, atau banyaknya gelar. Ukurlah dari berapa banyak manusia yang kehidupannya menjadi lebih baik karena kehadiran Anda,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Dr. Wargo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perkembangan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak. Salah satu perkembangan tersebut ditandai dengan berdirinya bangunan baru kampus. “Bangga dengan berdirinya bangunan baru Kampus Institut Islam Al-Mujaddid Sabak,” ungkap Dr. Wargo, S.Pd., M.Pd.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., yang dinilainya terus memberikan dukungan terhadap perkembangan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak sejak awal berdiri, termasuk dalam upaya pengajuan program studi baru. “Beliau ini luar biasa, selalu mengupayakan kita ini, dari awal berdirinya kampus hingga dalam waktu dekat ini, dalam hal pengajuan prodi baru,” katanya.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Ketua Yayasan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak, Ribut Suwarsono, M.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater setelah kembali ke tengah masyarakat. Para sarjana juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan tempat tinggal dan masyarakat.

Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Apresiasi terhadap keberadaan Institut Islam Al-Mujaddid Sabak juga disampaikan Bupati Tanjung Jabung Timur yang diwakili Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si.

Ia mengapresiasi pelaksanaan Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak. Menurutnya, perguruan tinggi tersebut memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Hal tersebut dinilai semakin strategis karena mayoritas mahasiswa Institut Islam Al-Mujaddid Sabak merupakan masyarakat Tanjung Jabung Timur.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Institut Islam Al-Mujaddid Sabak yang hari ini melaksanakan wisuda ke-10. Mayoritas mahasiswa adalah masyarakat Tanjung Jabung Timur,” ujar H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah memberikan dukungan dan pengorbanan hingga anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana.

Menurut H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si., Institut Islam Al-Mujaddid Sabak telah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki karakter sekaligus menjunjung nilai-nilai keislaman.

Wisuda Sarjana X Institut Islam Al-Mujaddid Sabak yang mengukuhkan 150 wisudawan dan wisudawati tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melanjutkan kiprah di tengah masyarakat.

Pesan Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. menjadi penegasan bahwa gelar sarjana bukanlah tujuan akhir pendidikan. Para lulusan diharapkan terus belajar, menjaga integritas, berani memulai dari bawah, tidak melupakan kampung halaman, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan seorang sarjana bukan hanya tentang seberapa tinggi posisi yang diraih, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Bagikan:

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.