Staf Ahli Menag Bahas Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di Lingkungan PTKIN

Berita 3 menit baca 42 kali dilihat
Staf Ahli Menag Bahas Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di Lingkungan PTKIN

JAMBI – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia berkunjung ke UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Rabu (30/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan UIN STS Jambi. .

Pembinaan yang berlangsung di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi mengangkat tema “Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di PTKIN”. Dalam kegiatan itu, Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si., turut memberikan materi kepada peserta.

Pada kesempatan tersebut, Iswandi menyampaikan materi terkait isu LGBTQ di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Ia menekankan pentingnya pendekatan edukatif dalam menyikapi berbagai persoalan sosial yang berkembang.

Selain itu, pendekatan akademik dan keagamaan juga dinilai penting dalam membangun pemahaman yang komprehensif. Menurut Iswandi, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa.

Karena itu, kampus perlu memperkuat pendidikan karakter serta kajian akademik. Penguatan tersebut diharapkan dapat membantu sivitas akademika memahami berbagai isu sosial secara lebih utuh.

Ia juga menekankan perlunya membedakan antara upaya pencegahan pengaruh budaya dan perlakuan terhadap individu. “Yang kita cegah itu penyebaran budaya, bukan pencegahan orang atau orientasi seksualnya,” ujar Iswandi.

Dengan demikian, pembinaan tersebut diarahkan pada upaya pencegahan terhadap pengaruh yang dinilai bertentangan. Pendekatan tersebut, menurut materi yang disampaikan, tidak dimaksudkan untuk memberikan stigma kepada individu tertentu.

Selanjutnya, perguruan tinggi didorong memperkuat riset dan kajian akademik mengenai persoalan sosial kontemporer. Langkah tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pendidikan yang berbasis pengetahuan. Selain itu, pendidikan karakter juga dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk sikap mahasiswa.

Dalam konteks perguruan tinggi keagamaan, nilai akademik dapat dipadukan dengan nilai keagamaan. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan sosial secara kritis dan bertanggung jawab.

Kegiatan pembinaan ASN itu turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan. Di antaranya Wakil Gubernur Jambi dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Hadir pula para dekan, kepala biro, serta pejabat bidang kepegawaian turut mengikuti kegiatan tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penyampaian materi dengan antusias. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog bersama peserta. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan.

Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi secara satu arah. Namun, kegiatan juga menjadi ruang untuk membahas persoalan yang dihadapi perguruan tinggi.

UIN STS Jambi sebelumnya juga menjadwalkan kunjungan Wakil Menteri Agama dalam agenda pembinaan ASN. Melalui kegiatan ini, penguatan kapasitas ASN diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Selain itu, kampus diharapkan mampu merespons berbagai tantangan sosial melalui pendekatan akademik dan keagamaan. Pada akhirnya, pembinaan tersebut diharapkan memperkuat peran UIN STS Jambi sebagai perguruan tinggi keagamaan. Kampus juga diharapkan terus mengembangkan lingkungan akademik yang edukatif, inklusif, dan bertanggung jawab. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab dinamika sosial di masyarakat.

Bagikan:

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.