Ekoteologi Bukan Wacana, Tapi Aksi Nyata Jaga Bumi
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menegaskan komitmennya menjaga lingkungan. Kegiatan ini juga sebagai salah satu penerapan ekoteologi dan Sustainable Development Goals (SDGs). Ekoteologi merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan kesadaran ekologis.
Selain itu, konsep ini menekankan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya kewajiban sosial atau moral. Melainkan, tindakan tersebut merupakan wujud nyata ketaatan spiritual sekaligus bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Kemudian, UIN STS Jambi merancang langkah konkret dengan menggandeng moda transportasi Trans Siginjai di Provinsi Jambi. Langkah ini dipandang penting sebagai bagian dari strategi kampus untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, menegaskan bahwa kampus akan konsisten dalam menjaga lingkungan. “Komitmen ekoteologi ini bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang akan terus kita jalankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Kasful Anwar menyatakan bahwa transportasi umum menjadi salah satu fokus utama penerapan ekoteologi kampus. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya berilmu, tetapi juga berperan menjaga bumi sebagai amanah dari Allah,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, MA, juga menjelaskan tujuan penggunaan tersebut. “Untuk tahap awal, penggunaan bus hanya bagi mahasiswa kedokteran. Kita berharap dengan pemakaian bus ini mahasiswa kedokteran mudah berangkat dari asrama ke kampus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggunaan transportasi umum dapat mengurangi kendaraan pribadi ke kampus. Dengan demikian, polusi udara dan konsumsi bahan bakar dapat ditekan sehingga tercipta lingkungan kampus yang lebih ramah.
Selain itu, Kepala Pusat Pengembangan Bisnis UIN STS Jambi, Eja Armaz Hardi, juga memberikan keterangan terkait rencana tersebut. Menurutnya, saat ini kampus masih menggunakan sistem angkut mahasiswa karena jumlah penumpang cukup banyak setiap hari. “Mahasiswa banyak naik dari Kampus I Telanaipura menuju Kampus II Simpang Sungai Duren,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan kerja sama resmi dengan pengelola Trans Siginjai dalam waktu dekat. “Insya Allah ke depan kita segera realisasikan agar mahasiswa mudah menggunakan transportasi umum,” tegasnya.
Dengan adanya langkah ini, UIN STS Jambi menegaskan sikapnya sebagai kampus yang peduli terhadap lingkungan. Penggunaan transportasi umum menjadi bukti nyata bahwa komitmen spiritual dapat diwujudkan dalam tindakan praktis.