Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

UIN STS Jambi Gelar Workshop Moderasi Beragama, Hadirkan Narasumber Prof. Zainul Hamdi

JAMBI – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar Workshop Moderasi Beragama bagi dosen dan tenaga kependidikan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Kuliah Wing C kampus tersebut. Workshop dibuka langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. Saat ini, beliau menjabat sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan dan Keagamaan. Selain itu, Prof. Inung saapan akrabnya juga pernah menjadi Plt. Rektor UIN STS Jambi pada September 2024.

Dalam sambutannya, Prof. Kasful Anwar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Menurut dia, kegiatan itu menjadi langkah penting memperkuat implementasi moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi. “Atas nama Rektor UIN STS Jambi, saya sangat mengapresiasi kegiatan Workshop Moderasi Beragama bagi dosen dan tenaga kependidikan pada hari ini,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan makna moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai moderasi beragama merupakan sikap pertengahan dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan. “Ketika kita berbicara tentang moderasi beragama, maka yang dilihat adalah bagaimana sikap dan perilaku seseorang terhadap siapa pun,” katanya.

Menurut dia, sikap moderat harus tercermin melalui perilaku saling menghormati antarumat beragama. Karena itu, civitas akademika diharapkan mampu menjaga sikap toleran dalam lingkungan kampus maupun masyarakat. “Moderat itu adalah pertengahan, tidak ke kanan maupun ke kiri secara berlebihan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Kasful Anwar menekankan pentingnya penerapan nilai moderasi beragama dalam aktivitas akademik. Ia mengatakan penghormatan terhadap keyakinan orang lain menjadi bagian penting membangun suasana pendidikan yang harmonis.

Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh sivitas akademika menghindari tindakan mencela agama lain. Menurutnya, sikap tersebut penting menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN STS Jambi, Dr. Zawaqi Afdal, M.Pd.I, menjelaskan workshop diikuti sekitar 100 peserta. Peserta berasal dari unsur pimpinan akademik dan pejabat struktural kampus.

“Kegiatan ini diikuti kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari pimpinan dengan tugas tambahan yang berorientasi pada pengembangan akademik, serta kelompok struktural,” ungkapnya.

Ia menambahkan, moderasi beragama dalam konteks akademik diarahkan pada implementasi dan pengembangan di dunia pendidikan tinggi. Karena itu, workshop dinilai penting memperkuat pemahaman peserta mengenai nilai toleransi dan inklusivitas.

Di sisi lain, Ketua Panitia Workshop, Dr. Madyan, M.Pd.I, berharap kegiatan tersebut memberi dampak positif bagi dosen dan tenaga kependidikan. Menurut dia, moderasi beragama perlu menjadi budaya kerja di lingkungan perguruan tinggi.

“Moderasi beragama diharapkan menjadi pilar budaya kerja dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang inklusif bagi dosen dan tenaga kependidikan,” tuturnya.

Melalui workshop tersebut, UIN STS Jambi menegaskan komitmennya memperkuat nilai moderasi beragama dalam dunia akademik. Langkah itu sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang damai, inklusif, dan menghargai keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses