YOGYAKARTA – Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Prof Kasful Anwar, mengikuti lokakarya nasional bertema Integrasi UI GreenMetric dalam Mewujudkan Kampus Hijau Berbasis Ekoteologi yang mengusung slogan Green Campus, Bright Future.
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) dalam memperkuat komitmen terhadap pembangunan kampus hijau yang berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai ekoteologi.
Lokakarya dibuka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. Dalam sambutannya, Noorhaidi menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis yang berlandaskan nilai keislaman.
“Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus menjadi teladan dalam penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Kepala UI GreenMetric, Dr Vishnu Juwono, S.E., M.I.A., turut memberikan pengantar mengenai posisi strategis UI GreenMetric sebagai instrumen global dalam mengukur komitmen perguruan tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa indikator UI GreenMetric menjadi acuan penting dalam menilai kesiapan kampus menuju transformasi hijau yang terukur dan berkelanjutan.
Sementara itu, sebagai keynote speaker, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, H Khairunas, S.H., M.H., menegaskan bahwa integrasi nilai keberlanjutan lingkungan dalam tata kelola perguruan tinggi keagamaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan institusional. Menurut dia, isu lingkungan tidak lagi menjadi persoalan sektoral, melainkan agenda bersama yang harus menjadi perhatian seluruh institusi pendidikan tinggi.
Rangkaian lokakarya diisi dengan berbagai sesi pemaparan dari para pakar dan praktisi lintas perguruan tinggi yang membahas indikator UI GreenMetric secara komprehensif. Pembahasan meliputi aspek setting and infrastructure, energy and climate change, pengelolaan limbah (waste), air (water), transportasi, hingga pendidikan dan riset. Selain itu, terdapat pula sesi diskusi penulisan buku internasional yang mendorong kontribusi akademik perguruan tinggi dalam isu keberlanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Kasful Anwar juga menandatangani piagam komitmen bersama dengan 59 perwakilan perguruan tinggi lainnya dari seluruh Indonesia. Piagam itu memuat komitmen utama perguruan tinggi sebagai pusat transformasi menuju manusia yang inklusif dan sejahtera. Juga peduli pada pelestarian lingkungan dan inovasi, serta tata kelola dan kemitraan global.
Prof Kasful Anwar mengatakan, keikutsertaan UIN STS Jambi dalam forum ini menjadi langkah penting untuk memperkuat arah kebijakan kampus menuju universitas yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing global.
Menurut dia, konsep kampus hijau tidak hanya sebatas penataan fisik lingkungan kampus. Tetapi juga harus terintegrasi dalam sistem pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Green campus harus menjadi budaya akademik. Kami ingin nilai-nilai keberlanjutan hidup dalam aktivitas kampus sehari-hari. Mulai dari pengelolaan lingkungan, riset, hingga pembentukan karakter mahasiswa yang peduli terhadap masa depan bumi,” kata Kasful.
Ia menambahkan, UIN STS Jambi berkomitmen menjadikan ekoteologi sebagai fondasi dalam membangun tata kelola kampus yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. “Ini bukan hanya soal peringkat UI GreenMetric semata. Tetapi bagaimana kampus benar-benar menjadi pusat perubahan menuju masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
