Wisuda Periode II, Ulya Fuhaidah Dorong Lulusan UIN STS Jambi Jadi Generasi Ulul Albab Berjiwa Wirausaha

Berita 3 menit baca 219 kali dilihat
Wisuda Periode II, Ulya Fuhaidah Dorong Lulusan UIN STS Jambi Jadi Generasi Ulul Albab Berjiwa Wirausaha

JAMBI — Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Syariah UIN STS Jambi, Ulya Fuhaidah, S. Hum., M.Si., Ph.D., menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda. Orasi tersebut berlangsung dalam rangka Wisuda Sarjana ke-72, Magister ke-45, dan Doktor ke-21. Wisuda periode II sesi pertama digelar pada Sabtu (22/8/2026) di Auditorium Chatib Quzwain UIN STS Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Ulya Fuhaidah mengangkat tema “Ulul Albab &  Entrepreneurship”. Melalui tema tersebut, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter lulusan perguruan tinggi. Menurut Ulya, perkembangan zaman membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik.

Namun, generasi tersebut juga harus memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi. Ia menjelaskan konsep Ulul Albab sebagai perpaduan antara kecerdasan intelektual dan perilaku.

Konsep tersebut juga mencerminkan keseimbangan antara zikir dan pikir dalam menjalani kehidupan. Karena itu, lulusan perguruan tinggi perlu mengintegrasikan pengetahuan dengan nilai spiritual. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Selanjutnya, Ulya menghubungkan konsep Ulul Albab dengan kewirausahaan moderat atau moderate entrepreneurship. Menurutnya, kewirausahaan harus dibangun berdasarkan prinsip wasathiyyah atau moderasi. Prinsip tersebut mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi.

Sebaliknya, kegiatan kewirausahaan juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. “Pengusaha masa kini tak hanya harus pandai menghitung duit, tetapi juga wajib memberikan maslahat nyata bagi masyarakat dan kelestarian alam,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, kewirausahaan diharapkan mampu menjadi instrumen perubahan sosial. Selain itu, lulusan juga didorong memiliki keberanian untuk menciptakan peluang baru. Ulya menilai lulusan perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berorientasi menjadi pencari kerja.

Sebaliknya, lulusan perlu memiliki keberanian menjadi pencipta lapangan kerja. Lebih jauh, mereka juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dalam orasinya, Ulya turut membagikan pengalaman perjalanan akademiknya kepada para wisudawan.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selanjutnya, ia meraih gelar Ph.D dari Coventry University, Inggris. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari motivasinya kepada mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, kesempatan belajar dapat diperoleh melalui berbagai jalur. Oleh sebab itu, mahasiswa didorong aktif mencari informasi mengenai beasiswa dan peluang pendidikan.

Selain itu, mahasiswa juga perlu memperluas wawasan hingga tingkat nasional dan internasional. Ulya mengajak generasi muda untuk berani menjelajahi berbagai ruang pembelajaran. Hal tersebut penting agar mahasiswa memiliki pengalaman yang lebih luas.

Dengan pengalaman tersebut, mereka diharapkan mampu melihat persoalan dari berbagai perspektif. Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kegigihan dalam menjemput peluang dan pengetahuan. Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi para wisudawan setelah menyelesaikan pendidikan. Sebab, kelulusan bukan menjadi akhir perjalanan akademik dan pengembangan diri.

Sebaliknya, wisuda menjadi awal untuk mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan nyata. Karena itu, para lulusan UIN STS Jambi diharapkan mampu membawa nilai keilmuan ke tengah masyarakat. Mereka juga diharapkan tetap menjaga akhlak dalam menjalankan profesi dan aktivitas kewirausahaan.

Dengan demikian, konsep Ulul Albab tidak berhenti sebagai gagasan akademik semata. Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan yang produktif, moderat, dan bermanfaat. Pada akhirnya, orasi ilmiah Ulya Fuhaidah menjadi pesan penting bagi para lulusan UIN STS Jambi.

Para wisudawan didorong menjadi generasi berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki semangat kewirausahaan. Selain itu, mereka diharapkan mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui karakter tersebut, lulusan UIN STS Jambi diharapkan mampu berkontribusi menghadapi tantangan masa depan.

Dengan bekal ilmu dan nilai spiritual, mereka dapat menjadi bagian dari perubahan positif. Wisuda pun tidak sekadar menjadi seremoni akademik. Momentum tersebut menjadi penanda lahirnya generasi baru yang siap berkiprah di tengah masyarakat.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.