Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

4 Delegasi Tampilkan Lukisan Kearifan Budaya Lokal di PEKSIMIDA 2024

Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) cabang lomba lukis baru saja digelar dengan sukses, menampilkan karya-karya yang mencerminkan kearifan budaya lokal. Acara ini berlangsung di Gedung GCR Wing B UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Dengan diikuti empat perguruan tinggi terkemuka di Provinsi Jambi. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Universitas Jambi, Universitas Muhammadiyah Jambi, dan Universitas Muhammadiyah Muara Bungo.

Keempat delegasi dari perguruan tinggi tersebut berkompetisi dalam mengekspresikan kreativitas mereka melalui seni lukis dengan tema kearifan budaya lokal. Tema ini merupakan tantangan bagi para peserta karena tema tersebut baru diberitahukan sesaat sebelum perlombaan dimulai. Dengan adanya elemen kejutan ini, para peserta harus cepat beradaptasi dan memutar otak untuk menghasilkan karya yang bermakna dalam waktu terbatas.

Pelaksanaan lomba berlangsung selama 8 jam, dimulai dari pagi hingga sore hari. Dalam jangka waktu tersebut, para peserta diberi kebebasan penuh untuk berekspresi dan menuangkan ide-ide kreatif mereka ke dalam kanvas. Setiap peserta memiliki pendekatan yang berbeda dalam menggambarkan kearifan budaya lokal, sehingga menghasilkan karya-karya yang unik dan beragam.

Salah satu peserta menggambarkan Candi Muaro Jambi, sebuah situs bersejarah yang menjadi simbol kejayaan masa lalu Jambi. Dengan detail yang rumit dan penggunaan warna yang kaya, lukisan tersebut berhasil menangkap esensi dan keindahan candi yang telah menjadi ikon budaya Jambi. Peserta lain memilih untuk menggambarkan Keris Siginjai, yang melambangkan keberanian dan keagungan masyarakat Jambi. Melalui permainan cahaya dan bayangan, lukisan ini menghidupkan keris tersebut seolah memiliki jiwa sendiri.

Sementara seorang peserta yang lain membuat lukisan yang menggambarkan pakaian adat Melayu Jambi. Dengan perhatian terhadap detail dan tekstur, karya ini memperlihatkan keindahan dan keunikan pakaian adat tersebut.

Juri Peksimida dari Seniman dan Akademisi

Para juri yang terdiri dari seniman dan akademisi memberikan penilaian berdasarkan kreativitas, teknik, dan interpretasi tema. Perlombaan ini tidak hanya sekadar kompetisi seni, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Jambi kepada generasi muda.

Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang kearifan budaya lokal Jambi. Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan dukungan dari perguruan tinggi masing-masing, lomba lukis di PEKSIMIDA tahun ini menjadi wadah yang efektif untuk mengeksplorasi dan merayakan keanekaragaman budaya Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses