JAMBI – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan industri halal di Indonesia. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Wing C UIN STS Jambi tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, Rabu (6/5/2026). Pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Prof. Kasful Anwar menegaskan bahwa pelatihan Juleha ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi halal di lingkungan perguruan tinggi. Menurut dia, keberadaan sumber daya manusia yang tersertifikasi menjadi kunci penting dalam menjawab kebutuhan industri halal yang terus berkembang. “Pelatihan ini bukan sekadar teknis. Tetapi bagian dari upaya dalam membangun kompetensi halal sesuai standar nasional,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa UIN STS Jambi menjadi salah satu perguruan tinggi yang menginisiasi pelatihan Juleha berstandar SKKNI. Bahkan, untuk wilayah Sumatra, UIN STS Jambi menjadi satu-satunya yang menyelenggarakan pelatihan serupa.
“Sebelumnya kegiatan ini telah dilaksanakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Untuk wilayah Sumatra, UIN STS Jambi menjadi yang pertama,” kata rektor.
Prof. Kasful turut mengapresiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN STS Jambi sebagai penyelenggara kegiatan ini. Ia menilai, meskipun sebagian peserta telah memiliki pengalaman dalam praktik penyembelihan, sertifikasi tetap diperlukan untuk memastikan kompetensi yang diakui secara nasional.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Juru Sembelih Halal Indonesia, Muh Ali Subarkah E, S.E., menyambut positif pelaksanaan pelatihan ini. Ia menilai kolaborasi antara dunia akademik dan organisasi profesi menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem halal nasional.
“Kegiatan ini menunjukkan sinergi strategis antara akademisi dan praktisi. Tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat fondasi industri halal yang profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua LPPM UIN STS Jambi, Dr. Fridiyanto, M.Pd.I., menjelaskan bahwa pelatihan ini diinisiasi oleh Pusat Haji, Umrah, dan Manajemen Industri Halal LPPM UIN STS Jambi. Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Juru Sembelih Halal Indonesia yang telah berstandar SKKNI.
Fridiyanto berharap, melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang dapat menunjang kesiapan mereka dalam menghadapi kebutuhan industri halal. “Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung penguatan industri halal di Indonesia,” kata dia.
Dengan pelaksanaan pelatihan ini, UIN STS Jambi menegaskan komitmennya sebagai kampus yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Khususnya dalam pengembangan sektor halal yang kini menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.
