Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

UIN STS Jambi Gandeng Ombudsman RI, Perkuat Edukasi Anti Maladministrasi

JAMBI — Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Kasful Anwar, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pendidikan Anti Maladministrasi pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Amphitheater Lantai 4 Gedung Rektorat kampus setempat.

Kegiatan ini menghadirkan Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia, Nuzran Joher, sebagai narasumber utama. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika terkait pencegahan praktik maladministrasi dalam tata kelola pelayanan publik di perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Prof. Kasful Anwar menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Ombudsman RI di kampus UIN STS Jambi. Ia menilai kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen kampus terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Atas nama Rektor UIN STS Jambi, kami mengucapkan selamat datang kepada Ombudsman. Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman kami terkait pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.

Prof. Kasful juga memaparkan perkembangan signifikan yang dicapai UIN STS Jambi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa saat ini kampus tersebut telah memiliki delapan fakultas dan satu program pascasarjana. “Selain itu, kami juga telah memiliki Fakultas Kedokteran yang menjadi satu-satunya perguruan tinggi Islam negeri di Sumatra,” ungkapnya.

Menurut dia, capaian tersebut harus diiringi dengan penguatan sistem tata kelola yang baik, terutama dalam aspek pelayanan publik. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan panduan praktis bagi para pimpinan fakultas dan unit kerja. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada jajaran pimpinan universitas dan dekanat. Terutama dalam mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, Nuzran Joher menegaskan bahwa Ombudsman RI tidak hanya berperan sebagai lembaga pengawas. Tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pelayanan publik yang berkeadilan.

“Ombudsman hadir bukan sekadar sebagai pengawas, tetapi sebagai penjaga keadilan yang memastikan setiap warga negara mendapatkan pelayanan publik yang bermartabat, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan komitmen bersama dalam mencegah maladministrasi, khususnya di sektor pendidikan tinggi yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi masa depan.

Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, dekanat, serta civitas akademika tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait praktik pelayanan publik di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, UIN STS Jambi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses