Dari Ruang Kuliah ke Dunia Migas, Mahasiswa UIN STS Jambi Menemukan Pengalaman Baru di PetroChina

Berita 4 menit baca 89 kali dilihat
Dari Ruang Kuliah ke Dunia Migas, Mahasiswa UIN STS Jambi Menemukan Pengalaman Baru di PetroChina

JAMBI – Dunia kerja tidak selalu bisa dipelajari hanya dari ruang kelas. Ada komunikasi yang harus dipraktikkan, ritme pekerjaan yang harus dirasakan, hingga tanggung jawab yang baru benar-benar dipahami ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan lingkungan profesional. Pengalaman itulah yang tengah dijalani sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi melalui program magang di PetroChina.

Rabu (23/9/2026), suasana berbeda terasa di ruang rapat lantai III Gedung Rektorat UIN STS Jambi. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. H. Ayub Mursalin, S.Ag., M.Ag., menerima mahasiswa peserta magang sekaligus memberikan motivasi dan arahan mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.

Bagi Ayub, magang bukan sekadar aktivitas mahasiswa untuk memenuhi kewajiban akademik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan realitas pekerjaan di lapangan. “Kegiatan ini perlu dikembangkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga diperlukan juknis yang jelas,” ujar Ayub.

Ia melihat pengalaman mahasiswa di lingkungan perusahaan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang penting. Mahasiswa tidak hanya dituntut mengetahui apa yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut diterapkan dalam organisasi dan dunia profesional.

Menurut Ayub, program tersebut juga menjadi salah satu langkah awal bagi UIN STS Jambi untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi Islam dalam lingkungan perusahaan migas nasional.

“Program ini menjadi inisiasi awal masuknya UIN Jambi ikut berkontribusi pada perusahaan migas nasional,” katanya.

Belajar Membaca Dunia Kerja

Di balik program tersebut, terdapat pengalaman mahasiswa yang tidak ditemukan dalam buku maupun materi perkuliahan. Sebanyak enam mahasiswa mengikuti program magang secara bertahap. Pada tahap awal, dua mahasiswa ditempatkan selama satu bulan, kemudian dilanjutkan dengan mahasiswa lainnya pada tahap berikutnya.

Pola tersebut membuat mahasiswa tidak sekadar datang sebagai peserta magang, tetapi benar-benar mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah perusahaan bekerja dari dekat. Seorang mahasiswa peserta magang menuturkan, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru tentang dunia kerja. “Kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa karena turut melakukan kegiatan di lapangan,” ujarnya.

Mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi, misalnya, ditempatkan pada bagian teknologi informasi atau IT. Penempatan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana kompetensi yang selama ini dipelajari di kampus digunakan dalam lingkungan kerja profesional.

Sementara itu, mahasiswa dari Jurusan Jurnalistik Islam mendapatkan pengalaman berbeda. Mereka ditempatkan pada bagian hubungan masyarakat dan terlibat dalam aktivitas komunikasi, peliputan serta kerja sama dengan media.

“Kami mahasiswa Sistem Informasi ditempatkan di bagian IT, dan ada teman kami yang ditempatkan di humas karena jurusan Jurnalistik Islam, dengan kegiatan peliputan dan kerja sama dengan berbagai media guna mengangkat berita kegiatan di sini,” katanya.

Tidak Sekadar Mengikuti, tetapi Memahami

Bagi mahasiswa, berada di lingkungan perusahaan selama satu bulan memberikan kesempatan untuk mengenal pola kerja yang sesungguhnya. Ada cara berkomunikasi yang berbeda, pembagian tugas yang harus dipahami, standar pekerjaan yang harus diikuti, hingga bagaimana setiap individu dituntut menghasilkan sesuatu dari bidang yang menjadi tanggung jawabnya.

Hal inilah yang ditekankan WR 1 kepada para peserta magang. Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya memperhatikan pekerjaan yang diberikan, tetapi juga mengamati bagaimana komunikasi dibangun dan bagaimana budaya kerja terbentuk di lingkungan perusahaan. “Bagaimana kita melihat pola komunikasi di sana, bagaimana pola cara kerja di lingkungan di sana, dan output apa yang akan kita berikan,” tutur Ayub.

Pesan tersebut menjadi penting karena pengalaman magang pada akhirnya bukan hanya tentang berapa lama mahasiswa berada di perusahaan, melainkan tentang seberapa banyak pengetahuan dan pengalaman yang berhasil dibawa pulang.

Mahasiswa Sistem Informasi dapat melihat bagaimana teknologi digunakan untuk menunjang operasional perusahaan. Sementara mahasiswa jurnalistik dapat merasakan bagaimana informasi dikelola, diproduksi, dikomunikasikan dan disampaikan kepada publik. Dua bidang yang berbeda itu bertemu dalam satu pengalaman: memahami dunia kerja secara langsung.

Menjembatani Kampus dan Industri

Program magang mahasiswa UIN STS Jambi di PetroChina juga memperlihatkan semakin pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kampus memiliki ruang akademik untuk membangun pengetahuan dan kompetensi. Sementara industri memiliki lingkungan nyata tempat kompetensi tersebut diuji dan dikembangkan. Karena itu, keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian yang disampaikan pihak UIN STS Jambi.

Dengan adanya petunjuk teknis yang jelas dan pelaksanaan yang berkesinambungan, program magang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pengalaman mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas.

Bagi para mahasiswa, satu bulan di lingkungan PetroChina mungkin hanya sebuah bagian kecil dari perjalanan pendidikan mereka.

Namun dari sana, mereka mulai mengenal bahwa setelah ruang kelas ada dunia yang menuntut lebih dari sekadar nilai akademik: kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama, memahami tanggung jawab, serta menghasilkan sesuatu yang dapat memberikan manfaat.

Dari kampus menuju industri, pengalaman itu menjadi jembatan awal bagi mahasiswa UIN STS Jambi untuk mengenal dunia profesional dengan cara yang nyata.

Bagikan:

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.