UIN STS Jambi Dorong Generasi Muda Lestarikan Adat Melayu di Era Digital

Berita 2 menit baca 43 kali dilihat
UIN STS Jambi Dorong Generasi Muda Lestarikan Adat Melayu di Era Digital

JAMBI – Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi membuka Pelatihan Adat Istiadat Melayu bagi Generasi Muda, Rabu (23/9/2026). Kegiatan berlangsung di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi. Dengan mengusung tema “Revitalisasi Nilai Adat Istiadat Melayu Jambi di Era Digital”.

Kegiatan ini diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN STS Jambi, melalui Korpus Peradaban Melayu. Peserta berasal dari berbagai kalangan dan turut dihadiri sejumlah tokoh adat. Selain itu, perangkat desa dan dosen juga hadir dalam kegiatan tersebut. Pelatihan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap adat Melayu.

Dalam rangkaian kegiatan, sejumlah kerja sama juga turut ditandatangani. Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, kebudayaan, pelestarian adat, dan pengembangan hukum.

Dalam sambutannya, Rektor UIN STS Jambi menegaskan pentingnya menjaga adat istiadat Melayu. Menurutnya, adat merupakan warisan leluhur yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, perkembangan teknologi tidak boleh membuat masyarakat melupakan budaya. Nilai adab yang menjadi identitas masyarakat Melayu juga perlu terus dipelihara. “Warisan leluhur itu wajib dikenang. Pelatihan adat ini penting untuk anak muda agar budaya tetap hidup,” ujarnya.

Menurut Rektor, generasi muda perlu mempelajari nilai-nilai adat secara langsung. Dengan demikian, nilai tersebut tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan. Ia menambahkan, UIN STS Jambi memiliki komitmen terhadap pelestarian budaya Melayu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan dan penguatan budaya.

Salah satunya melalui mata kuliah Adat Melayu. Mata kuliah tersebut wajib diikuti seluruh mahasiswa UIN STS Jambi. “UIN STS Jambi sangat memperhatikan pelestarian adat istiadat. Salah satunya melalui mata kuliah Adat Melayu,” katanya.

Sebelumnya, Korpus Peradaban Melayu, Dr. Tabroni, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan pentingnya pembelajaran adat. Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan untuk memperkuat identitas generasi muda. Ia menilai perkembangan zaman membuat pembelajaran adat semakin penting. Terlebih, generasi muda kini banyak berinteraksi melalui ruang digital. “Perlu adanya pembelajaran tentang adat istiadat ini. Mari generasi milenial satukan hati mengikuti pelatihan adat istiadat,” ujarnya.

Sementara itu, hadir Ketua LAM Kabupaten Batanghari sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan berfokus pada pemahaman dan penguatan nilai adat Melayu. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin memahami adat istiadat Melayu Jambi. Selain itu, mereka diharapkan mampu menerapkan nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pelestarian budaya Melayu dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Nilai adat dan adab tetap dapat menjadi bagian penting kehidupan generasi muda.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.