Dosen UIN STS Jambi Jadi Pemateri COIL di Michigan State University

Berita 3 menit baca 67 kali dilihat
Dosen UIN STS Jambi Jadi Pemateri COIL di Michigan State University

EAST LANSING – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Dion Ginato, menjadi pemateri forum akademik internasional di Amerika Serikat. Dion menjadi pemateri dalam sesi Brown Bag yang digelar College of Education, Michigan State University (MSU). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang 133F Kiva, MSU, pada Rabu (30/9/2026).

Forum tersebut membahas peluang dan tantangan penerapan Collaborative Online International Learning (COIL). Sesi berlangsung secara hybrid dan diikuti dosen serta mahasiswa MSU secara langsung maupun melalui Zoom.

Kehadiran akademisi dari Indonesia memberikan perspektif baru mengenai penerapan COIL di lingkungan perguruan tinggi. Terlebih, pembahasan tersebut mengangkat pengalaman implementasi COIL dari konteks pendidikan tinggi Asia Tenggara.

COIL Buka Akses Pembelajaran Internasional

Dalam paparannya, Dion menjelaskan COIL sebagai pendekatan pembelajaran yang memperluas akses pendidikan internasional. Melalui COIL, mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran bersama mahasiswa dari negara lain secara daring.

Selain itu, mahasiswa dapat berdiskusi dan bertukar perspektif mengenai berbagai persoalan akademik. Interaksi tersebut juga memungkinkan mahasiswa mengenal budaya serta bahasa dari negara mitra.

Menurut Dion, COIL menjadi alternatif bagi mahasiswa yang belum memiliki kesempatan belajar langsung ke luar negeri. “Di saat banyak mahasiswa ingin belajar ke luar negeri tetapi terhalang biaya,” ujarnya.

“COIL hadir sebagai alternatif yang inklusif,” lanjut Dion dalam sesi tersebut.

Selanjutnya, pelaksanaan pembelajaran dapat memanfaatkan berbagai platform komunikasi digital. Beberapa di antaranya adalah Zoom, WhatsApp, dan surat elektronik atau email.

Dengan demikian, kolaborasi internasional dapat dilakukan dengan kebutuhan biaya yang relatif terjangkau. “Nyaris tanpa biaya, hanya membutuhkan paket internet,” kata Dion.

Menurut dia, kebutuhan internet kini telah menjadi bagian dari aktivitas akademik mahasiswa.

UIN STS Jambi Kembangkan Kelas COIL

UIN STS Jambi sebelumnya telah menjalankan sejumlah kelas COIL bersama universitas mitra internasional. Beberapa di antaranya melibatkan Michigan State University dan University of Wyoming.

Melalui program tersebut, mahasiswa UIN STS Jambi dapat berinteraksi langsung dengan akademisi luar negeri. Selain itu, mahasiswa memperoleh kesempatan memahami isu pendidikan dari perspektif global.

Pengalaman tersebut sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai sistem pendidikan dan budaya akademik internasional.

Peserta Antusias Bahas Pengembangan COIL

Sementara itu, sesi Brown Bag berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Pertanyaan datang dari peserta yang hadir langsung maupun mengikuti kegiatan melalui Zoom.

Mereka membahas aspek teknis pelaksanaan COIL dan kesiapan mahasiswa. Selain itu, peserta turut mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama antaruniversitas melalui program tersebut.

Associate Director Office of International Studies in Education MSU, Julie Sinclair, turut memberikan pandangan. Menurut Sinclair, COIL menjadi salah satu program pembelajaran yang berkembang di Amerika Serikat. “COIL selama ini menjadi sesuatu yang sangat happening di Amerika,” ujar Sinclair.

Bahkan, MSU menyediakan pendanaan terbatas bagi dosen yang tertarik menyelenggarakan kelas COIL. Menurutnya, pengalaman Indonesia memberikan gambaran mengenai penerapan COIL dalam konteks berbeda.

Perbedaan tersebut mencakup kondisi infrastruktur dan budaya akademik di masing-masing negara.

UIN STS Jambi Bidik Penguatan COIL

Di akhir sesi, Dion menyampaikan harapan agar UIN STS Jambi menjadi salah satu rujukan pengembangan COIL. Ia ingin program tersebut menjadi salah satu identitas kerja sama internasional UIN STS Jambi. “Jika ditanya apa keunggulan International Office UIN STS Jambi,” kata Dion.

“Saya ingin Indonesia mengenal UIN STS Jambi dengan kelas COIL-nya,” lanjutnya.

Menurut Dion, COIL tidak sebatas pertukaran pengetahuan antarmahasiswa dari berbagai negara. Program tersebut juga menjadi ruang pertukaran budaya dan bahasa. “COIL bagi saya adalah masa depan pendidikan,” tegasnya.

Dengan demikian, keterlibatan UIN STS Jambi dalam forum akademik MSU memperkuat jejaring internasional kampus. Selain itu, kegiatan tersebut membuka peluang pengembangan pembelajaran kolaboratif lintas negara.

Ke depan, COIL diharapkan semakin memperkuat kesiapan mahasiswa dan dosen menghadapi lingkungan pendidikan global.

Bagikan:

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.