Mahasiswa UIN STS Jambi Jalani Kerja Praktik di Industri Migas PetroChina

Berita 4 menit baca 114 kali dilihat
Mahasiswa UIN STS Jambi Jalani Kerja Praktik di Industri Migas PetroChina

TANJUNG JABUNG BARAT – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Muhammad Rafly Alvito, menjalani kerja praktik. Kerja praktik itu berlangsung di PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL), Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, Rafly ditempatkan di Betara Gas Plant (BGP), Kecamatan Betara. Selanjutnya, ia bergabung dengan Departemen IT dan Communication (IT & Comm) untuk memperoleh pengalaman kerja profesional. Melalui kegiatan tersebut, Rafly dapat menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan teknologi informasi di industri migas.

Mengenal fasilitas Betara Gas Plant

Betara Gas Plant merupakan salah satu fasilitas utama pengolahan minyak dan gas di Wilayah Kerja Jabung. Selain BGP, fasilitas utama lainnya adalah North Geragai Fractionation (NGF). BGP memiliki kemampuan mengolah sekitar 241 MMSCFD gas mentah dari wilayah operasi Jabung.

Dari proses tersebut, fasilitas ini menghasilkan sekitar 100 MMSCFD gas jual. Selain itu, BGP mampu menghasilkan sekitar 26.700 barel per hari cairan gas alam atau NGL. Fasilitas tersebut juga memiliki fungsi penting dalam pengolahan gas sebelum didistribusikan.

Salah satunya ialah menurunkan kandungan karbon dioksida atau CO₂ dalam gas. Kandungan CO₂ dapat diturunkan dari sekitar 40 persen menjadi kurang dari 5 persen. Karena itu, operasional BGP membutuhkan dukungan teknologi dan komunikasi yang andal.

Belajar keselamatan dan dukungan teknologi informasi

Pada pekan pertama, Rafly terlebih dahulu mengikuti safety induction sebelum memasuki area operasi. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai aturan keselamatan yang berlaku di lingkungan kerja. Ia juga mempelajari penggunaan alat pelindung diri atau APD.

Selain itu, ia memahami tata tertib memasuki area kerja dan prinsip keselamatan, kesehatan kerja, serta lingkungan. Setelah mengikuti pembekalan, Rafly mulai mengenal aktivitas Departemen IT & Communication. Ia mengamati proses penanganan permintaan dan kendala teknologi informasi dari pengguna. Penanganan tersebut dilakukan secara langsung maupun melalui dukungan jarak jauh atau remote.

Dengan demikian, ia melihat pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam memberikan layanan teknologi informasi. Dukungan tersebut diperlukan karena sistem dan komunikasi menjadi bagian penting dalam operasional industri migas.

Melihat langsung aktivitas di lapangan

Tidak hanya belajar dari ruang kerja, Rafly juga memperoleh kesempatan mengikuti aktivitas di lapangan. Ia terlibat dalam kegiatan instalasi perangkat dan jaringan sesuai arahan karyawan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi nyata pekerjaan teknologi informasi di fasilitas industri.

Selain itu, Rafly berkesempatan mengunjungi ruang kontrol NEB 10 atau North East Betara Station. Ruang kontrol tersebut menjadi pusat otomasi dan pengawasan terpusat dalam kegiatan operasional. Fasilitas itu digunakan untuk memantau penerimaan fluida dari sejumlah sumur satelit di sekitarnya.

Selain pemantauan, sistem tersebut juga mengendalikan proses pemisahan uap dan cairan tahap awal. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa Sistem Informasi. Sebab, penerapan teknologi tidak hanya berkaitan dengan perangkat lunak dan perangkat keras. Namun, penerapan teknologi juga harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan kondisi operasional di lapangan.

Teori perkuliahan bertemu praktik industri

Menurut Rafly, pengalaman selama pekan pertama memberikan banyak pengetahuan baru. Ia dapat melihat secara langsung bagaimana tim IT menangani berbagai permasalahan pengguna. Selain itu, aktivitas lapangan membuatnya memahami pentingnya keselamatan dalam pekerjaan teknologi informasi. “Baru satu pekan, tetapi saya sudah belajar banyak,” ujar Muhammad Rafly Alvito.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut membuatnya memahami hubungan antara pekerjaan IT dan keselamatan kerja. “Pekerjaan TI di industri migas harus berjalan beriringan dengan keselamatan kerja,” katanya.

Sementara itu, Rafly masih memiliki waktu untuk melanjutkan kerja praktik di lingkungan PCJL. Karena itu, ia berharap dapat memperluas pengalaman mengenai dukungan teknologi informasi di industri migas. Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat diterapkan dalam perkuliahan dan menjadi bekal memasuki dunia kerja.

Apresiasi kepada pembimbing

Dalam kesempatan tersebut, Rafly menyampaikan apresiasi kepada PetroChina International Jabung Ltd. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Emqogustoni selaku IT Supervisor. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh tim IT & Communication atas sambutan dan bimbingannya.

Selain itu, Rafly berterima kasih kepada dosen pembimbing dan koordinator kerja praktik. Mereka adalah Herry Afriyadi, S.E., S.Kom., M.Si., dan Pol Metra, M.Kom., selaku dosen pembimbing. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Louisiana Muliawati, M.Pd., selaku koordinator kerja praktik.

Menurut Rafly, dukungan berbagai pihak membantu dirinya menjalani kerja praktik dengan baik. Dengan pengalaman tersebut, kerja praktik di PCJL diharapkan menjadi sarana memperkuat kompetensi mahasiswa. Terutama, kompetensi dalam memahami penerapan teknologi informasi pada lingkungan industri yang memiliki standar keselamatan tinggi.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.