JAMBI — Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, menghadiri Forum Ekonomi dan Bisnis Jambi. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (22/4/2026) di Swiss-Belhotel Jambi. Acara diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jambi.
Forum ini menjadi agenda strategis dalam diseminasi kebijakan ekonomi daerah. Selain itu, kegiatan juga memaparkan Laporan Perekonomian Provinsi Jambi periode terbaru. Para pemangku kepentingan daerah turut hadir dalam forum ini. Mereka berasal dari unsur pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha.
Tema yang diangkat adalah akselerasi ekonomi regional di tengah realokasi fiskal. Tema ini menekankan pentingnya dukungan program strategis pemerintah. Oleh karena itu, forum menjadi ruang diskusi lintas sektor yang konstruktif. Para peserta berdiskusi mengenai tantangan dan peluang ekonomi daerah.
Selanjutnya, Bank Indonesia memaparkan kondisi ekonomi terkini di Provinsi Jambi. Paparan tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan stabilitas sektor keuangan. Selain itu, disampaikan pula proyeksi ekonomi ke depan. Hal ini penting sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat.
Di sisi lain, realokasi fiskal menjadi isu utama yang dibahas. Kebijakan ini berdampak pada prioritas pembangunan daerah. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antar pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Kehadiran Rektor UIN STS Jambi menunjukkan peran aktif perguruan tinggi. Perguruan tinggi tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian. Namun, institusi juga berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. Kontribusi ini berbasis riset dan keilmuan yang relevan.
Lebih lanjut, Prof. Kasful Anwar menegaskan pentingnya kolaborasi multi pihak. Akademisi memiliki peran strategis dalam memberikan rekomendasi kebijakan. Rekomendasi tersebut berbasis data dan analisis ilmiah. Dengan demikian, kebijakan ekonomi menjadi lebih tepat sasaran.
Selain itu, keterlibatan akademisi mendorong lahirnya inovasi ekonomi. Inovasi ini dapat mendukung sektor usaha lokal. Terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah. Oleh karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat.
Forum ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman. Para peserta dapat saling berbagi perspektif dan solusi. Hal ini penting untuk menciptakan kebijakan yang inklusif. Kebijakan inklusif mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Di akhir kegiatan, diharapkan terbangun komitmen bersama. Komitmen tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Selain itu, sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut. Dengan demikian, pembangunan ekonomi Jambi semakin kuat dan adaptif.