Guru Leman; Tauladan Umat, Ulama, Akademisi dan Politisi

Opini 6 menit baca 155 kali dilihat
Guru Leman; Tauladan Umat, Ulama, Akademisi dan Politisi

Oleh; Dr. Pahmi.Sy. S.Ag, M.Si (Wakil Rektor II UIN STS Jambi)

Catatan; sidang disertasi promosi doktor H. Hayatul Islami)

Peran Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah dalam Tranformasi Sosial Keagamaan di Jambi masa Orde Baru” itulah judul disertasi yang ditulis oleh H. Hayatul Islami dosen FUSA UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yang sidang promosi dilaksanakan pasa hari rabu, 17 Juni 2026 di Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang. Sosok Prof. KH. Sulaiman Abdullah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Islam di Provinsi Jambi. Sosoknya dikenal sebagai ulama yang berilmu luas, ahli fiqih dan ushul fiqih, akademisi yang visioner, sekaligus pemimpin yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan umat dan dunia pendidikan.

Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah lahir di desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari pada 30 september tahun 1936, wafat 25 januari 2016, sekolah di Madrasah dan Pesantren Nurul Imam Jambi Kota Seberang melanjutkan S1 di STAIN STS Jambi dan di LAN (Lembaga Administrasi Negara) Jakarta dan melajutkan S3nya di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau adalah aktivis mantan ketua HMI Cabang Jambi, ketua KNPI Kota Jambi, ketua AMPI, ketua DPRD Kota Jambi, aktivis Partai Golkar,

Dalam perjalanan kariernya Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah pegawai pemda, kemudian dosen Fak. Syari;ah yang juga Direktur Pondek Pesantren PKP Al-Hidayah. menjabat sebagai Rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (1994-1998). Di bawah kepemimpinannya, kampus mengalami berbagai kemajuan yang menjadi fondasi bagi perkembangan institusi hingga bertransformasi menjadi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Beliau juga memiliki peran besar dalam pengembangan program pascasarjana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi Islam, termasuk pertama kali membangun kerjasama dan jejaring pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia dan negara sekitarnya

Kepribadian beliau yang sederhana, bijaksana, dan penuh keteladanan menjadikan Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah sosok yang dicintai oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Warisan pemikiran dan pengabdiannya terus hidup dalam berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan yang pernah beliau bina. Generasi penerus diharapkan dapat meneladani semangat keilmuan, integritas, dan dedikasi beliau dalam membangunmasyarakat yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Tercatat karya-karya intelektual dengan diterbitkannya buku-buku fiqih, usuhul fiqih yang menjadi bahan ajar yang terbit menjadi buku dan jurnal namun masih banyak juga yang belum diterbitkan seperti makalah tentang hukum, kepemimpinan dan lainnya. Beliau mengajar di berbagai fakultas di UIN STS Jambi di pascasarjana, tercatat beliau juga pernah menjadi dosentamu, di UNJA, UNBARI, APDN dan bahkan di Negara Malaysia. Beliau pecinta ilmu, bahkan waktu sakitpun beliau tetap mengajar dengan kehadiran mahasiswa kerumah beliau. Pada suatu waktu penulis mahasiswa menjadi wartawan kampus, salah menulis tentang beliau, waktu itu beliau baru menjadi raktor, beliau menasehati” baik-baik menulis, dan jangan menghilangkan jejak orang-orang yang berjasa terdahulu”.

Selain berkiprah di dunia akademik, Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah dikenal sebagai ulama yang membimbing masyarakat. Melalui berbagai forum keagamaan, ceramah, dan kegiatan sosial, beliau senantiasa menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Kiprahnya sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi, selama 20 tahun semakin mempertegas perannya sebagai tokoh yang dihormati dan menjadi rujukan dalam berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan sejalan dengan itu belaiau juga terlibat dalam LAM (Lembaga Adat Melayu Jambi) sehingga ia mempertegas konsep “Adat bersendikan Syara’ dan Syara’ bersendikan kitabullah”, sehingga fatwa, keputusan politik, kebijakan yang dilakukannya dan bahkan yang direkemomendasikannya ke para pembuat kebijakan berbasis kepada nilai-nilai agama dan adat, ketika H. Abdurrahman Sayuti (mantan Gubernur Jambi) dipercaya oleh pak Suharto (Presiden RI) menjadi Penceramah Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, maka pak Sulaiman Abdullah yang menjadi konseptor isi cerama tersebut.

Dalam menyampaikan dakwahnya Prof. KH. Dr. Sulaiman Abdullah memilikike khasannya tersendiri yaitu dengan menggunakan Bahasa Asli Jambi (orang menyebutnya bahasa Melayu dusun), menurutnya dakwah harus disampaikan dengan bahasa yang dimengerti oleh audien (masyarakat setempat), sehingga apa yang disampaikan dapat dipahami dengan cepat dan rasa memiliki, selain itu dakwah dengan bahasa asli Jambi adalah bagian dari mempertahankan dan mengembangkan kearifan lokal serta bagian dari mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Tercatat sepanjang tahun akhir era 80 an dan sepenjang tahun 1990 an beliau secara aktif menjawab persoalan-persoalan keagamaan dan kemasyarakat melaui RRI (Radio Republik Indonesia) yang mengudara setiap hari jum’at pagi. Setiap satu minggu sekali beliau bersama pak KH. Lohot Hasibuan, menjadi Penceramah di Pemda Propinsi Jambi.

Guru Leman, Kyai Leman, Pak Leman, Ndek Leman bigitulah panggilannnya, hidup sederhana, jauh dari kemewahan, meskipun banyak kesempatan untuk memperkaya diri, mantan Gubernur Jambi H. Abdurrahman Sayuti menjulukinya dengan “Orang Sepuluh Lurus”, ketika ia mengembalikan uang pemda sisa Pembangunan Ponpes PKP Al Hidayah saat ia menjadi direktur/ mudirnya, artinya beliau sangat berintegritas. Kalau kita kerumah pak leman, kita akan melihatnya memakai kain sarung, baju kaos dan buku ditangannya, ia membaca kitab, buku, atau koran, membaca tanpa henti, saat yang lain ia menonton berita-berita nasional di TV, saat yang lainnya kita temukan ia sedang mengajar kitab kuning, hukum-hukum agama bersama santri-santri tua, saat yang lain ia bermenung sepertinya ia berkontemplasi memikirkan satu kajian ilmu atau hukum agama

Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah seorang aktivis organisasi, mulai ketika menjadi mahasiswa,pemuda, legislatif dan eksekutif serta ulama, secara langsung dan tidak langsung beliau berpolitik, ketika penulis menjadi mahasiswa tahun 1994, dalam suatu forum Pengkaderan Kepemimpinan Mahasiswa Dasar di Fakultas Ushuluddin, beliau menyampaikan bahwa “berpolitik haruslah tahu dimana letak kekuatannya”, Pernyataan ini terlihat dengan jelas dalam perjalanan politik Kyai Sulaiman Abdullah, dimana beliau memanfaatkan kekuatan politik Orde Baru melalu kekuatan Golongan Karya, ia masuk kekuasaan dengan mempengaruinya, sehingga hampir tidak pernah beliau konfrontatif dengan kekuasaan, namun beliau juga tidak larut dengan kekuasaan. kekuasaan dimanfaatkan untuk memperjuankan dan mengembangkan nilainilai agama, kemashlahatan, kebaikan, kerakyatan dan pembenahan umat.

Adalah H. Hayatul Islami menulis Disertasi tentang Guru Leman, banyak yang menjadi temuannya, seperti kekhasan dakwanya dengan bahasa lokal Melayu Jambi, temuan alainnya bahwa Guru leman tergabung dalam dirinya, intelektual, ulama, dan politisi, temuan lainnya bahwa sosok guru leman memanfaatkan politik sebagai alat dakwah, memperjuangkan kepentingan umat , meskipun beliau sangat loyalis pada Golkar, temuan lainnya beliau intelektual, ulama tetapi juga terlibat dalam struktur sosial dan banyak lagi kekhasan dari Guru Leman. Namun masih banyak yang belum dikaji dari sosok guru leman, seperti fatwa-fatwa hukumnya, pemikirannya, pandangan politiknya, pandangan adat, dan lainnya.

Akhirnya Prof. Dr. KH. Sulaiman Abdullah telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah pendidikan dan perkembangan Islam di Jambi. Namanya akan selalu dikenang sebagai ulama dan akademisi yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan ilmu pengetahuan, agama, dan pembangunan bangsa. Selamat Dr. H. Hayatul Islami, sekses selalu, Selamat beristirahat Guru Leman, kebaikanmu akan menjadi Tauladan sepanjang masa.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.