Kampus berdampak: Mewujudkan TriDharma yang Menyentuh Kehidupan Masyarakat
Oleh; Dr. Pahmi. Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan)
(Catatan Pertemuan Penyusunan Pagu Anggaran Ditjen Pendis Kemenang RI, 2027)
Pengarahan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amien Suyitno dalam kegiatan Penyusunan Pagu Anggaran Ditjen Pendidikan Islam Tahun 2027, Jakarta 14-17 juli 2026 menegaskan kembali bahwa PTKIN harus menghasilkan dampak yang nyata. “Dengan kolaborasi dan sinergi harus diwujudkan dalam program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.” Kontribusi PTKIN tidak boleh berhenti pada peningkatan kuantitas mahasiswa, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di tingkat akar rumput. PTKI harus terus bertransformasi, bergerak mengikuti perkembangan zaman, serta memperkuat tata kelola yang profesional.
Catatan penting lainnya disampikan Prof, H.M. Askar Salim. M.Ag, Ph.D sekretaris Dirjen Pendis bahwa penyusunan program harus memperhatikan dan menerjemahkan program Presiden dan Kementrian Agama RI, selain itu juga berpijak pada Renstra, visi dan misi Universitas. Perencanaan harus berkualitas dan mementingkan prioritas dari kebutuhan kampus. khususnya peningkatan kualitas akreditasi prodi, riset dan pengabdian masyarakat. Perlu juga diperhatikan membanguntata kelola berbasis data yang terintegrasi, Penguatan dan pengembangan SDM dosen dan tendik yang berkualitas. Program yang ditawarkan tidak hanya menelorkan output dan outcome, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.
Di era persaingan global, ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak lagi hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi oleh sejauh mana program tersebut menghasilkan output (keluaran), outcome (hasil), dan dampak (impact) yang nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Universitas yang ingin menjadi institusi bertaraf internasional harus mampu membangun budaya kerja yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan keberlanjutan.
Bagi UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, transformasi menuju universitas bertaraf internasional merupakan sebuah ikhtiar besar yang membutuhkan sinergi seluruh sivitas akademika. Setiap program yang dirancang harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang.
Output merupakan hasil langsung dari suatu kegiatan, seperti meningkatnya jumlah publikasi ilmiah bereputasi, lulusan yang kompeten, kurikulum yang adaptif, kerja sama internasional, laboratorium modern, serta layanan akademik berbasis digital. Output menjadi fondasi awal yang menunjukkan bahwa sebuah program telah terlaksana dengan baik.
Namun, perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada output semata. Yang lebih penting adalah outcome, yaitu perubahan positif yang dihasilkan. Misalnya, meningkatnya daya saing lulusan di dunia kerja, bertambahnya kepercayaan masyarakat kepada UIN STS Jambi, meningkatnya kolaborasi riset internasional, serta tumbuhnya budaya akademik yang inovatif, inklusif, dan
berintegritas.
Puncak keberhasilan sebuah universitas adalah terciptanya dampak (impact). Dampak tersebut terlihat ketika hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pembangunan daerah, memperkuat moderasi beragama, melestarikan budaya lokal, serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development
Goals (SDGs). Inilah esensi tridharma perguruan tinggi yang sesungguhnya.
Bagi UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, semangat kampus berdampak sesungguhnya telah menjadi bagian dari perjalanan institusi. Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, UIN STS Jambi memadukanpengembangan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, penelitian tidak berhenti di rak perpustakaan, dan pengabdian tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Dalam bidang pendidikan, UIN STS Jambi terus memperkuat kualitas lulusan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen, serta kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional. Tujuannya bukan sekadar menghasilkan sarjana, tetapi melahirkan lulusan yang berkarakter, profesional, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pada aspek penelitian, para dosen dan mahasiswa didorong menghasilkan riset yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat. Berbagai kajian mengenai pemberdayaan ekonomi umat, moderasi beragama, pelestarian lingkungan, pengembangan budaya Melayu Jambi, digitalisasi pendidikan, hingga pemberdayaan desa menjadi contoh bagaimana penelitian diarahkan agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat menjadi wajah nyata dari kampus berdampak. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN), pendampingan desa, pemberdayaan UMKM, edukasi kesehatan, literasi digital, penguatan moderasi beragama, hingga pembinaan masyarakat berbasis masjid dan pesantren menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial. Kehadiran sivitas akademika di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban Tri Dharma, tetapi menjadi mitra pembangunan yang ikut membangunkemandirian masyarakat.
Aktivitas berdampak lainnya melalui kegiatan non akademik seperti pemberian zakat, infak dan sedaqoh yang diberikan kepada warga kampus dan sekitar, begitu juga dengan ibadah qurban yang dilakukan setiap tahun juga di bagi untuk warga UIN STS Jambi dan masyarakat sekitar kampus. Kepedulian terus berlanjut melalui bantuan berupa materi dan non materi terhadap
bencana alam di Aceh, Sumut dan Sumbar. Hal lain lagi adalah aktivitas berupa komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, penaganan sampah, pengurangan plastik, penghijauan,
penanaman pohon dan lainnya merupakan aktivitas yang berdampak. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah universitas bukan hanya banyaknya gedung megah atau prestasi akademik yang diraih, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat atas kehadiran kampus tersebut. Inilah makna sejati Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui pengalaman yang telah dibangun selama ini, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memiliki modal yang kuat untuk terus berkembang sebagai kampus berdampak—kampus yang melahirkan ilmu yang bermanfaat, riset yang memberikan solusi, lulusan yang berintegritas, serta pengabdian yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan umat manusia. Semangat inilah yang akan mengantarkan UIN STS Jambi menjadi universitas yang unggul, bereputasi, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas