UIN STS Jambi Perkuat Komitmen Kampus Inklusif melalui Disability Awareness Training
JAMBI — Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi terus memperkuat komitmennya mewujudkan kampus inklusif dan ramah disabilitas. Komitmen ditunjukkan melalui pelaksanaan Disability Awareness Training yang resmi dibuka Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan akademisi sekaligus pegiat disabilitas, Prof. Arif Maftuhin, M.A., Ph.D., serta Detty Herawati dari Swagabilitas.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam memberikan layanan pendidikan yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Selain itu, kegiatan ini memperkuat langkah UIN STS Jambi dalam membangun lingkungan belajar yang semakin aksesibel.

Dalam sambutannya, Rektor UIN STS Jambi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan keseriusan universitas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif. “Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini memang betul-betul menjadi konsentrasi kami untuk memberikan pelayanan dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas,” ujar Prof. Kasful Anwar.
Selanjutnya, rektor juga menyampaikan penghargaan kepada Prof. Arif Maftuhin yang bersedia hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Kehadiran narasumber dinilai memberikan perspektif penting mengenai pengembangan kampus inklusif di Indonesia. “Terima kasih atas kedatangan Prof. Arif Maftuhin, M.A., Ph.D. di UIN STS Jambi ini,” katanya.
Menurut Prof. Kasful Anwar, pelatihan tersebut menjadi semakin relevan karena UIN STS Jambi telah menerima mahasiswa penyandang disabilitas sejak empat tahun terakhir. Kondisi itu menuntut kesiapan seluruh unsur kampus dalam menghadirkan layanan akademik yang lebih baik. “Kegiatan ini sangat penting karena semenjak empat tahun terakhir UIN STS Jambi sudah menerima mahasiswa disabilitas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN STS Jambi, Dr. Fridiyanto, M.Pd.I., menjelaskan bahwa Disability Awareness Training merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kampus yang inklusif. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap sivitas akademika perlu memiliki kesadaran, pemahaman, serta keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa difabel. “Karena itu, penting bagi seluruh sivitas akademika memiliki kesadaran, pemahaman, dan keterampilan dalam memberikan pelayanan serta pendampingan kepada mahasiswa difabel,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengenai pendidikan inklusif. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong terbentuknya komitmen bersama dalam menciptakan kampus yang aksesibel. Pelatihan juga memperkuat jejaring kolaborasi dengan akademisi serta pegiat disabilitas.
Kegiatan ini diikuti 21 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan mahasiswa difabel. Peserta difabel berasal dari berbagai ragam disabilitas, meliputi tuli, netra, grahita, dan daksa.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari narasumber yang memiliki pengalaman panjang di bidang pendidikan inklusif. Pada hari pertama, Prof. Arif Maftuhin menyampaikan materi bertajuk Kebijakan Kampus Inklusif dan Hak Penyandang Disabilitas di Perguruan Tinggi. Selanjutnya, pada hari kedua, Detty Herawati membawakan materi mengenai Praktik Baik Pendampingan dan Aksesibilitas untuk Mahasiswa Difabel.
Di sisi lain, Dr. Fridiyanto mengungkapkan perkembangan jumlah mahasiswa difabel di UIN STS Jambi terus menunjukkan tren positif. Saat ini terdapat 35 mahasiswa difabel yang aktif menempuh pendidikan di berbagai program studi.
Selain itu, pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026 terdapat 12 pendaftar melalui jalur difabel. Peningkatan jumlah tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap UIN STS Jambi sebagai perguruan tinggi yang membuka kesempatan setara bagi penyandang disabilitas.
Meski demikian, peningkatan jumlah mahasiswa difabel juga menghadirkan tantangan baru. Oleh sebab itu, kampus terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, fasilitas, dan aksesibilitas bagi seluruh mahasiswa. “Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas bagi seluruh mahasiswa difabel,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD) UIN STS Jambi, Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., berharap pelatihan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif di lingkungan kampus. “Berharap dengan adanya kegiatan ini ada kesadaran bersama di kalangan sivitas akademika UIN STS Jambi bahwa kita harus sama-sama membangun ekosistem yang ramah difabel,” tuturnya.
Melalui Disability Awareness Training, UIN STS Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya kampus yang inklusif, aksesibel, dan berkeadilan. Dengan demikian, seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan menyelesaikan pendidikan dalam lingkungan akademik yang mendukung.

