Kampus Hijau Menjaga Alam

Opini 6 menit baca 50 kali dilihat
Kampus Hijau Menjaga Alam
Oleh; Dr. Pahmi.Sy, S.Ag, M.Si

Pekan Lingkungan UIN Sulthan Thaha Saifuddin yang dilaksanakan tanggal 1 sampai dengan 6 Juni 2026 yang dimotori oleh teman-teman tergabung dalam Koordinasi pusat Lingkungan hidup UIN STS Jambi telah berakhir. Pengguntingan pita, bersepeda, menanam pohon, oleh Dirjen Pendis, seminar sampah, workshop dan bazar produk lokal dan lingkungan serta MoU dengan pihak terkait termasuk Pemerintajh Kabupaten Muaro Jambi merupakan penanda bahwa kampus memiliki komitmen terhadapat keberlangsungan Lingkungan hidup.

Banyak kampus yang sudah melakoni kelestarian lingkungan seperti kampus University of California memiliki target netralitas karbon, mengembangkan riset teknologi tterbarukan, perubahan iklim dan konservasi lingkungan. University Of British Columbia terkenal kampus paling hijau di dunia, kampus menjadi laborotarium hidup untuk inovasi berkelanjutan dan University of Nottingham memiliki kawasan hijau dan konservasi keragaman hayati.

Begitu juga dengan kampus-kampus di Indoenesia seperti Universitas Indonesia, pelopor UI GreenMetric.Memiliki kawasan hutan kota, danau resapan, transportasi ramah lingkungan, serta program pengelolaan limbah dan air yang kuat.Menjadi salah satu kampus paling berkelanjutan di Indonesia. Universitas Diponegoro Aktif mengembangkan konsep green campus dan konservasi lingkungan. Secara konsisten berada di jajaran atas pemeringkatan kampus berkelanjutan Indonesia. Universitas Gadjah Mada memiliki program keberlanjutan terpadu, pengelolaan sampah, efisiensi energi, dan konservasi air, sering masuk kelompok kampus hijau terbaik nasional. Institut Pertanian Bogor (IPB), Unggul dalam bidang lingkungan, kehutanan, pertanian berkelanjutan, dan konservasi keanekaragaman hayati.Banyak penelitian yang berfokus pada keberlanjutan sumber daya alam. Universitas Padjadjaran, Mengembangkan berbagai program kampus hijau dan keberlanjutan.Menjadi tuan rumah berbagai kegiatan terkait UI GreenMetric. Universitas Sebelas Maret, memiliki kebijakan pengurangan emisi, penghijauan kampus, dan pengelolaan lingkungan yang baik.

Sedangkan kampus dibawah Kementerian Agama RI; 1. UIN Raden Intan Lampung Konsep Kampus Hijau: Sustainable Green Campus, Fokus pada: Ruang terbuka hijau yang luas. Konservasi energi dan air. Pengelolaan sampah terpadu. Integrasi isu keberlanjutan dalam kurikulum.Transportasi ramah lingkungan. Kampus ini menjadi PTKIN terbaik dalam UI GreenMetric selama delapan tahun berturut-turut. 2. UIN Raden Fatah Palembang,

Konsep Kampus Hijau: Religius dan Berkelanjutan Fokus pada: Efisiensi energi Pengurangan emisi karbon. Pengelolaan limbah kampus. Pengembangan kawasan hijau, 3. UIN Sunan Gunung Djati Bandung: pengembangan smart and green campus, pengurangan emisi, dan penguatan keberlanjutan institusi. 4 UIN Jurai Siwo Lampung: penghijauan kampus, konservasi lingkungan, dan integrasi SDGs dalam tata kelola kampus. 5. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi: konsep Green Campus Berbasis Ekoteologi, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pelestarian lingkungan melalui pengurangan sampah plastik, penghijauan, pengelolaan limbah,

Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS Jambi) terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus hijau yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Komitmen ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui berbagai program nyata yang melibatkan seluruh sivitas akademika. UIN STS Jambi bahkan berhasil masuk lima besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2025, sebuah pengakuan atas keseriusannya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Sebagai kampus hijau, UIN STS Jambi mengembangkan berbagai program ramah lingkungan, seperti gerakan zero plastic, penggunaan tumbler pribadi, penanaman pohon, pengelolaan limbah organik dan minyak jelantah, serta penguatan ruang terbuka hijau di lingkungan kampus. Program-program tersebut bertujuan mengurangi dampak negatif aktivitas kampus terhadap lingkungan sekaligus membangun budaya hidup berkelanjutan.

Komitmen menjaga alam juga diwujudkan melalui pengembangan konsep ekoteologi, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui konsep ini, menjaga alam dipahami sebagai bagian dari amanah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Selain itu, UIN STS Jambi aktif menggalakkan transportasi ramah lingkungan melalui program bersepeda seperti Sutha Gowes dan Sutha Eco-Ride. Berbagai kegiatan lingkungan, seperti Pekan Lingkungan Hidup, aksi penanaman pohon, bazar lingkungan, seminar, dan gotong royong kampus, menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

Dengan berbagai langkah tersebut, UIN STS Jambi membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai pelopor dalam menjaga kelestarian alam. Kampus hijau bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang terus dibangun untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang

Pekan Lingkungan yang dibuka oleh Direktur Jendral ndidiakan Agama Islam (Dirjen Pendis) Prof. Dr. H. Amein Suyitno, M.Ag dan staf khusus kementerin agama RI Dr. H. Ismail Cawidu yang ditandai dengan bersepda dan melakukan penanaman pohon di kampus biru UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, pada tanggal 1 juni 2026, menurut Prof Amien Suyitno, “Jangan hanya menanam pohon secara simbolis, yang lebih penting adalah merawatnya hingga tumbuh dan berbuah”. pernyataan ini menujukkan bawah kampus harus memiliki konsep dan komitmen yang kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam konteks perubahan iklim, pencemaran, dan berkurangnya sumber daya alam, konsep kampus hijau (green campus) menjadi semakin penting untuk diwujudkan.
Kampus hijau adalah kampus yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam seluruh aktivitasnya, mulai dari pengelolaan energi, penggunaan air, pengelolaan sampah, transportasi ramah lingkungan, hingga pelestarian ruang terbuka hijau. Melalui kebijakan tersebut, kampus dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat.

Sebagai lembaga pendidikan, kampus memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada mahasiswa. Melalui pembelajaran, penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sivitas akademika dapat berkontribusi dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan. Mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap alam diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Penerapan program kampus hijau juga memberikan manfaat langsung bagi warga kampus. Lingkungan yang bersih, rindang, dan sehat menciptakan suasana belajar yang nyaman serta meningkatkan kualitas hidup sivitas akademika. Selain itu, penghematan energi dan pengelolaan sumber daya yang efisien dapat mengurangi biaya operasional kampus.

Pada akhirnya, kampus hijau bukan sekadar upaya mempercantik lingkungan kampus, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Dengan membangun budaya peduli lingkungan, kampus dapat menjadi pelopor dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi perlu terus memperkuat komitmennya untuk menjadi kampus hijau yang menjaga alam dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada anak cucu kita.

Akhirnya rasanya perlu meminjam dan memperhatikan kata-kata David W. Orr yang adalah seorang akademisi dan pemikir lingkungan yang berasal dari Amerika Serikat. Ia lahir pada tahun 1944 dan dikenal luas sebagai profesor di Oberlin College, khususnya dalam bidang studi lingkungan dan keberlanjutan. katanya : “”The planet does not need more successful people. The planet desperately needs more peacemakers, healers, restorers, storytellers, and lovers of every kind. ( “Planet ini tidak membutuhkan lebih banyak orang sukses. Planet ini sangat membutuhkan lebih banyak pembawa perdamaian, penyembuh, pemulih, pendongeng, dan pencinta dalam segala bentuk.) “Makna: Kampus tidak hanya mencetak lulusan yang sukses secara akademik, tetapi juga generasi yang peduli terhadap kelestarian bumi.

Pekan Lingkungan dikampus boleh jadi hanya 1 minggu, tetapi menjaga alam adalah sepanjang hidup untuk generasi ke genarsi berikutnya di masa depan.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.