Kompetisi Internasional Antar Negara Melayu Serumpun 2024 Resmi Ditutup
Rabu, 30 Oktober 2024 – Perhelatan “Kompetisi Internasional Antar Negara Melayu Serumpun Tahun 2024” yang berlangsung dari 28 hingga 30 Oktober 2024 resmi ditutup. Ajang tahunan ini telah memasuki tahun ketiga dan berhasil menjadi wadah kolaborasi bagi mahasiswa dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kompetisi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antarnegara serta mempererat silaturahmi dan persaudaraan di kalangan mahasiswa.
Penutupan acara dilakukan secara resmi oleh Dr. Ayub Mursalin, M.A., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi. Dalam sambutannya, Dr. Ayub menekankan pentingnya nilai dan eksistensi dalam kompetisi. “Be valuable, not just valuable,” ujarnya, mengajak peserta untuk tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga pada proses pembelajaran dan peningkatan diri.

Beliau juga menyampaikan harapan agar semua peserta dapat terus meningkatkan kapasitas diri mereka. Menurutnya, dengan peningkatan kualitas diri, mahasiswa tidak perlu takut menghadapi persaingan di masa depan. “Juara itu tidak penting, yang penting kita berhasil menunjukkan eksistensi,” tambahnya, memberikan semangat kepada peserta untuk terus berjuang.
Kompetisi ini meliputi berbagai cabang, mulai dari Musabaqah Tilawatil Al-Quran, Musabaqah Syarhil Al-Quran, Musabaqah Qira’atil Kutub, Menulis Karya Ilmiah dan Debat Hukum yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Indonesia diikuti oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar, UIN Padang Sidempuan, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu; dari Malaysia ada Kolej Islam As-Shofa, UNIFIELD dan dari Thailand ada Perguruan Tinggi Islam Darul Ma’arif Thailand (PETIDAM).
Selain memberikan kesempatan untuk bersaing, ajang ini juga menjadi platform untuk berbagi budaya dan pengetahuan, serta mempererat tali persaudaraan serta khazanah antarnegara Melayu.
Dengan ditutupnya kompetisi tahun ini, panitia mengharapkan partisipasi yang lebih luas dan beragam di tahun berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian individu, tetapi juga pada penguatan jaringan antar mahasiswa di kawasan Melayu. Diharapkan, kompetisi ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkolaborasi demi masa depan yang lebih baik.