MENGUATKAN TRADISI FILANTROPI; Program Orang Tua Asuh Tahfiz: Ikhtiar UIN STS Jambi Membangun Generasi Qur’ani dan Peradaban Bangsa
oleh; Dr. Pahmi.Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan)
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Pendidikan merupakan investasi peradaban. Di balik lahirnya generasi unggul, selalu ada tangan-tangan mulia yang mengulurkan bantuan dengan penuh keikhlasan. Dalam tradisi Islam, semangat tersebut dikenal sebagai filantropi, yakni budaya berbagi demi kemaslahatan umat. Melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf, Islam mengajarkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada sesama. Melalui filantropi yang sudah mentradisi di kehidupan masyarakat Indonesia, akan terus membantun pengembangan Sumber Daya Manusia yang penuh kebaikan dan keunggulan.
Sejak awal beridinya 1967 IAIN kemudian berubah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sudah mengembangkan semangat filantropi, dengan memberikan kesempatan berkuliah semua golongan termasuk masyarakat yang tidak mampu (miskin). Sepanjang keberadaan UIN STS Jambi, ia terus menerus dengan kepedulian pada masyarakat yang lemah dan kebanyakan dari pedesaan Jambi. Tradisi filantropi di UIN STS Jambi terlihat melalui terlihat melalui ZIS, lembaga ini juga memberikan bantuan kepada warga internal kampus dan sekitarnya, berupa beras, hewan qurban dan uang tunai. Tradisi Filantropi dilakukan juga oleh UIN STS Jambi yaitu peduli dengan bencana alam di Sumbar, Sumut dan Aceh, tahun 2025 dengan mengumpulkan donasi sebesar 78.400.298 rupiah, termasuk juga melalui mahasiswa untuk bakti sosial dan mengumpulkan pakaian layak pakai.
Meskipun Institusi UIN STS ini sudah berdiri besar ,tradisi filantropi terus berlanjut dengan berbagai skema. Terakhir sejak tahun 2019 UIN STS membuat lembaga yang bernama LSoF (Locomotive Social Trust Fund) yang digagas oleh rektor dan para pembantu ketika itu, dimana penulis menjadi ketua LSoF tersebut. LSoF mengumpulkan uang dari berbagai orang tua asuh, baik dari internal UIN STS, maupun secara eksternal dari tokoh, pejabat dan masyarakat luas lainnya.
Kehadiran lembaga ini sangat membantu mahasiswa penghafal Al-qur’an dalam pembiayaan UKT hingga saat ini tahun 2026 yang bahkan sudah banyak alumni penghafal Al-qur’an menyelesaikan studinya di UIN STS Jambi. Rektor, wakil rektor, dekan, Biro, direktur dan para pimpinan lainnya berkomitmen untuk melanjutkan tradisi filantropi ini, dengan mengajak semua pihak yang memiliki sensitifitas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan peradaban Islam, khususnya para pecinta Al-qur’an.
Dalam perspektif antropologi, filantropi merupakan bagian dari modal sosial (social capital) yang memperkuat kohesi masyarakat. Robert D. Putnam menjelaskan bahwa masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan dan kepedulian sosial yang tinggi akan lebih mudah mencapai kemajuan. Sementara Marcel Mauss dalam The Gift menegaskan bahwa budaya memberi bukan sekadar pertukaran materi, melainkan membangun ikatan moral dan tanggung jawab antargenerasi. Nilai tersebut selaras dengan budaya gotong royong bangsa Indonesia dan falsafah adat Melayu Jambi: “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.”
Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261). Ayat tersebut mengingatkan bahwa setiap bantuan yang diberikan untuk pendidikan akan melahirkan manfaat yang terus berkembang. Membantu seorang penghafal AlQur’an menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan amal jariyah yang pahalanya mengalir selama ilmu yang dimilikinya terus diamalkan.
Sudah saatnya UIN STS Jambi menjadi pelopor Gerakan Filantropi Pendidikan Qur’ani, para penghafal Al-qur’an, pecinta Al-qur’an di Provinsi Jambi. Melalui Program Orang Tua Asuh Tahfiz, mahasiswa yang hafal 20 s.d 30 juz dapat kuliah dengan UKT (Uang KuliahTunggal) terendah dan gratis. Untuk itu Kampus Biru tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun peradaban yang berlandaskan ilmu, kepedulian sosial, dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Mari bergandengan tangan. Jadilah Orang Tua Asuh Tahfiz UIN STS Jambi. Satu donatur dapat mengubah masadepan seorang penghafal Al-Qur’an, dan satu penghafal Al-Qur’an dapat memberi manfaat bagi ribuan manusia. Dari Kampus Biru untuk umat, dari filantropi menuju peradaban yang lebih mulia. Wassalam