UIN STS Jambi Dukung Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Rektor Ajak Sivitas Akademika dan Tim Falakiyah Berpartisipasi Aktif

Berita 4 menit baca 257 kali dilihat
UIN STS Jambi Dukung Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Rektor Ajak Sivitas Akademika dan Tim Falakiyah Berpartisipasi Aktif

JAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Gerakan tersebut memanfaatkan fenomena astronomi saat Matahari berada tepat di atas Kakbah atau dikenal sebagai Rashdul Qiblat untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan momentum tersebut guna memastikan kembali ketepatan arah kiblat. Menurutnya, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat sehingga perlu dipastikan dengan metode yang akurat.

“Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Menag di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menag menjelaskan bahwa fenomena Rashdul Qiblat terjadi dua kali setiap tahun. Pada saat itu, posisi Matahari berada tepat di titik zenit Kakbah. Sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Tahun ini, fenomena tersebut berlangsung pada Rabu dan Kamis, 15–16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka. Selanjutnya, arah bayangan yang terbentuk dapat dijadikan acuan untuk memverifikasi arah kiblat.

Selain masyarakat umum, Kementerian Agama juga mengajak takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama, madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, perkantoran, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk berpartisipasi dalam gerakan nasional tersebut.

Partisipasi dilakukan dengan mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Setelah membuat akun dan mengisi data lokasi, peserta dapat mengikuti pengukuran secara serentak sesuai waktu fenomena Matahari berada tepat di atas Kakbah. Portal tersebut juga menyediakan panduan teknis agar masyarakat dapat melakukan pengukuran secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama.

Menanggapi ajakan tersebut, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Kasful Anwar, M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan sekaligus memperluas literasi masyarakat mengenai ilmu falak.

Prof. Kasful Anwar mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik dan sosial dalam mendukung program-program strategis Kementerian Agama, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat. “Saya mengajak seluruh sivitas akademika UIN STS Jambi untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Momentum ini menjadi bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat melalui pemanfaatan keilmuan falakiyah yang kita miliki,” ujarnya.

Rektor juga meminta Tim Falakiyah UIN STS Jambi agar berperan aktif mendukung pelaksanaan gerakan nasional tersebut. Tim diharapkan memberikan pendampingan kepada masyarakat, masjid, musala, lembaga pendidikan, serta instansi yang ingin melakukan verifikasi arah kiblat menggunakan metode Rashdul Qiblat.

Selain itu, Tim Falakiyah UIN STS Jambi diharapkan memperkuat kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten dan Kota, serta Kantor Urusan Agama dalam memberikan edukasi dan layanan konsultasi terkait pengukuran arah kiblat.

Menurut Prof. Kasful Anwar, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, ilmu falak tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Dengan kompetensi yang dimiliki UIN STS Jambi di bidang ilmu falak, saya berharap Tim Falakiyah dapat menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat. Semoga gerakan ini semakin meningkatkan pemahaman umat terhadap pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah,” tegasnya.

Melalui dukungan tersebut, UIN STS Jambi menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu falak, pelayanan keagamaan, serta pengabdian kepada masyarakat. Partisipasi aktif sivitas akademika diharapkan dapat mendukung suksesnya Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Agama dalam memberikan layanan keagamaan yang berbasis ilmu pengetahuan.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.