NASEHAT KYAI DULLAH: Menjaga Ilmu, Akhlak, dan Pengabdian dalam Kehidupan
Oleh: Dr. Pahmi Sy, S.Ag., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan)
“Ilmu yang paling mulia bukanlah ilmu yang hanya memenuhi kepala, tetapi ilmu yang melahirkan akhlak, manfaat, dan keberkahan bagi sesama.” — KH. Dullah Sani
Pada acara Yudisum dan Pelepasan Mahasiswa Pascasarjana baik strata 2 maupun strata 3, di SwissBell Hotel kota Jambi. Wakil Gubernur Jambi Drs. KH. Abdullah Sani, M.Pd.I yang lebih dikenal dengan panggilan pak Dul atau lebih akrab dipanggil oleh jama’ahnya Kyai Dullah, menyampaikan motivasi, harapan dan nasehatnya kepada para peserta yudisium yang akan diwisuda pada hari minggu tanggal 23 Agustus 2026 di Auditorium Prof. Dr. H. Chatib Quzwein kampus II UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Simpang Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, manusia sering diukur dari gelar, jabatan, dan pencapaiannya. Namun, KH. Dullah Sani mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan hanya kecerdasannya, melainkan akhlak dan pengabdiannya. Nasihat beliau menjadi pengingat bahwa ilmu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.
Inti Nasihat KH. Dullah; Pertama, utamakan akhlak sebelum ilmu. Ilmu yang tinggi akan kehilangan nilai jika tidak dibarengi kejujuran, kesantunan, dan kerendahan hati. Akhlak adalah mahkota seorang alim. Kedua, jadikan ilmu sebagai jalan pengabdian. Belajar tidak berhenti setelah lulus. Ilmu harus hadir untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, membimbing generasi muda, dan membangun peradaban. Ketiga, pelihara keikhlasan. Keberhasilan sejati tidak selalu diukur dari popularitas, tetapi dari keberkahan amal yang dilakukan dengan niat ibadah. Keempat, jaga persatuan. Perbedaan pendapat adalah rahmat, tetapi persaudaraan harus tetap diutamakan. Seorang yang berilmu hendaknya menjadi penyejuk, bukan pemecah.
Didepan ratusan para peserta yudisium, yang tentunya didepan Rektor Prof. Dr. H. Kasful Anwar Us, M.Pd dan juga Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Risnita, M.Pd serta undangan lainnya Kyai Dullah menyampaikan bahwa;
1) Akhlak seorang ilmuan lebih utama dari pada ilmu itu sendiri, ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah dan manfaat, sebab itu misi seorang ilmuan yang berasal dari UIN STS Jambi harus bersandar pada misi Rasulullah SAW yaitu hadir ditengah masyarakat untuk menyempurnakan akhlak;
2) Derjat ilmuan, seorang ilmuan akan memberikan cahaya bagi manusia dan lingkungannya, dengan adanya cahaya keilmuan, ia akan dipandang tinggi oleh keluarganya, oleh masyarakat sekitarnya dan bahkan lembaga tempat ia bekerja.Pandangan yang tinggi oleh orang lain tersebut, tidak boleh membuat seorang ilmuan angkuh, sombong dan lupa diri, namun sebaliknya ia harus tetap ramah, bersahaja dan mampumemberikan solusi bagi kehidupan dan masyarakat yang membutuhkan;
3) Kemamfaatan ilmu, setelah seseorang selesai menuntut ilmu di lembaga, sekolah, atau kampus, maka apa yang sudah mereka peroleh haruslah memberikan manfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat luas, sebab itu ilmu harus disampaikan dengan metode dan media yang sesuai kebutuhan, sehingga ilmu memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat.
4) Kebarokahan ilmu, seorang ilmuan harus yakin bahwa kebarokahan ilmu yang dia peroleh dari gurunya dan akan disampaikan kepada orang lain. Apalah artinya ilmu yang kita peroleh dan kita ajarkan kalau tidak ada barokah sedikitpun di dalamnnya
5) Pengabdian kepada masyarakat lebih diutamakan ketauladanan, bukan berarti lisan dan tulisan tidak bagus. Keteladan yang diberikan langsung ditengah-tengah masyrakat akan mendorong masyarakat secara langsung untuk melakukan perubahan baik terhadap dirinya maupun pada kehidupan sosial.
6) Seorang ilmuan harus mampu mewarnai kehidupan masyarakat dengan segala upaya dan kebaikan yang diberikan. Kewajiban seorang ilmuan adalah membantu pemerintah dan masyarakat untuk bisa mengatasi permasalahan yang ,menimpa mereka., seperti masalah baru-baru ini antaranya; Gang Motjor, Narkotika, radikalisme, intoleransi, extrimisme, dan Terorisme. itu semua masalah nyata yang membutuhkan uluran tangan seorang ilmuan.
Akhirnya Kyai Dullah mengajak para ilmuan untuk tidak berdiam diri diatas menara gading tanpa peduli pada kehidupan masyarakat sekitarnya dan masyarakat secara luas. Nasehat Kyai Dullah bukan hanya sekedar petuah, tetapi sebagai kompas bagi para ilmuan, untuk kemulian Akhlak, Derajat keilmuan yang bersahaja dengan keluhuran budi baik, keikhlasan dalam mengabdi dalam membangun negeri yang bermartabat. Semoga Nasehat Kyai Dullah memberikan ispirasi bagi seorang ilmuan untuk terus menerus belajar pada kehidupan dan menjadi pribadi yang selalu membawa manfaat bagi masyarakat.