Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Penyerahan Sertifikat Pendidik Dosen UIN Jambi: Dorongan untuk Profesionalisme dan Publikasi Ilmiah

Muaro Jambi – UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar kegiatan penyerahan sertifikat pendidik bagi dosen di lingkungan kampus. Acara ini berlangsung di lantai 4 Rektorat UIN STS Jambi, Kamis (20/3).

Wakil Rektor I UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia mengapresiasi para dosen yang telah menerima sertifikasi pendidik sebagai bentuk pengakuan atas profesionalisme mereka. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sertifikasi membawa konsekuensi, yaitu kewajiban melaksanakan Tridharma, baik ada atau tidak ada biaya pendukung.

Dr. Ayub juga memberikan apresiasi kepada LPM atas pengembangan aplikasi pemantauan kinerja dosen yang lebih baik. Menurutnya, sistem ini memungkinkan adanya penerapan reward dan punishment bagi dosen yang memenuhi atau melalaikan kewajibannya. Ia menegaskan bahwa peraturan tentang kewajiban dosen bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Tanti, mengucapkan selamat kepada 73 dosen yang telah memperoleh sertifikat pendidik sebagai pengakuan profesionalisme mereka. Dalam sambutannya, Dr. Tanti menegaskan bahwa dosen yang telah tersertifikasi memiliki kewajiban menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Mereka harus mengampu minimal 12 SKS dan maksimal 16 SKS setiap semester. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan akademik, termasuk dalam aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah pengembangan aplikasi Laporan Kinerja Dosen (LKD) yang lebih canggih. Aplikasi ini dapat mendeteksi apakah sebuah artikel telah digunakan berulang kali melebihi batas waktu yang diizinkan, yaitu dua tahun. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam kinerja dosen.

Ketua LPM juga menyoroti pentingnya penataan disiplin keilmuan di lingkungan akademik. Ia meminta para dosen untuk segera mengisi data yang berkaitan dengan bidang keilmuan masing-masing. Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh dosen untuk lebih aktif dalam publikasi ilmiah dan kegiatan pengabdian masyarakat.

Dalam penutupnya, Dr. Ayub Mursalin mengingatkan tentang pentingnya produktivitas akademik. Ia menyoroti masih minimnya publikasi ilmiah di kalangan dosen dan mendorong mereka untuk lebih progresif dalam meneliti dan menerbitkan karya ilmiah. “Jika kita tidak meneliti, maka akan berdampak pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), sehingga kenaikan pangkat bisa terhambat,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa dosen tidak hanya harus memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepemimpinan. Menurutnya, menjadi seorang akademisi berarti harus memiliki nilai yang lebih dari sekadar keberadaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses