PETA JALAN GRK (GAS RUMAH KACA) KOTA JAMBI

Opini 4 menit baca 62 kali dilihat
PETA JALAN GRK (GAS RUMAH KACA) KOTA JAMBI
Peran UIN STS Jambi dalam Mengatasi Risiko Sosial dan Lingkungan

Oleh: Dr. Pahmi.Sy, S.Ag, M.Si (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan)

Perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata bagi berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Jambi. Meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga memunculkan berbagai risiko sosial seperti meningkatnya kerentanan masyarakat terhadap banjir, penurunan kualitas kesehatan akibat pencemaran udara, berkurangnya ruang hijau, sampah yang membusuk dan berserakan, hingga ancaman terhadap ketahanan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Kota Jambi memerlukan Peta Jalan GRK yang menjadi arah kebijakan pembangunan rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan.

Kegiatan Konsultasi Publik Peta Jalan GRK Kota Jambi, hari jum’at 31 Juli 2026 bertempat di Aston Hotel yang dihadiri berbagai Dinas terkait dilingkungan Pemerintah Kota Jambi, CSO yang dikenal dengan Organisasi Masyarakat Sipil, serta juga dihadiri oleh berbagai Perguruan Tinggi termasuk UIN STS Jambi. Konsultasi Publik ini bertujuan menyampaikan Proses Penyusuanan Peta Jalan GRK, Basline, BAU, skenario mitigasi, target aksi prioritas dan tahapan implementasi. terkait dengan Konsultasi Publik diharapkan masukan dan konstribusi dari berbagai pihak seperti pemerintah, akademisi, Organisasi Masyarakat Sipil Lokal, komunitas dan dunia usaha untuk penyempurnaan Peta Jalan GRK Kota Jambi yang lebih baik untuk kemashlahatan warga kota Jambi, para tamu dan masyarakat sekitarnya.

Dalam konteks tersebut, UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, UIN STS Jambi dapat menjadi motor penggerak transformasi menuju Kota Jambi yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. Apalagi program kota Jambi bahagia dengan smart city, green city dan berperadaban.

Peran pertama diwujudkan melalui riset dan inovasi. Para dosen dan peneliti dapat menghasilkan kajian mengenai inventarisasi emisi GRK, pengelolaan sampah, energi terbarukan, tata ruang hijau, serta strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yang menjadi dasar penyusunan kebijakan Pemerintah Kota Jambi. Pentingnya riset sudah disampaikan oleh Wali Kota Jambi Dr.dr, Maulana, S.KM, M.KM pada acara MoU dengan berbagai Universitas dan Perguruan Tinggi termasuk UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Beliau berharap agar Perguruan Tinggi menjadi mitra dan terbaik dalam menata dan membangun Kota Jambi melalui ilmu pengetahuan yang dikembangkan dengan berbagai riset.

Peran kedua adalah pendidikan dan pembentukan karakter ekologis. Mahasiswa tidak hanyadibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Konsep ecocampus dan green campus dapat menjadi laboratorium hidup yang menanamkan budaya hemat energi, pengurangan sampah plastik. Komitmen UIN STS Jambi terhadap lingkungan sudah ditandai dengan berbagai kegiatan dan kebijakan Rektor UIN STS Jambi, tinggal mendorong Edukasi yang lebih masiv dan terstruktur bersama pemerintah dan masyarakat kota Jambi, hal ini dapat dilakukan baik melalui sekola maupun edukasi pemberdayaan ditengah masyarakat, apalagi kampus I UIN STS Jambi berada di Telanaipura Kota Jambi.

Peran ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat. UIN STS Jambi dapat mendampingi masyarakat dalam membangun kampung ramah lingkungan, memperkuat bank sampah, meningkatkan literasi perubahan iklim, serta mengembangkan ekonomi hijau berbasis potensi lokal. Pendekatan ini menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengurangan emisi sekaligus penerima manfaat dari lingkungan yang lebih sehat. Selain itu, sebagai perguruan tinggi Islam, UIN STS Jambi memiliki keunggulan dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan etika lingkungan. Ajaran Islam tentang amanah menjaga bumi (khalifah fil ardh) dapat menjadi landasan moral untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan.

Ke depan, Peta Jalan GRK Kota Jambi akan lebih efektif apabila dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. UIN STS Jambi dapat berperan sebagai pusat kajian perubahan iklim, penyedia data ilmiah, mitra penyusun kebijakan, serta agen edukasi publik yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi menjadi penting Peta Jalan GRK Kota Jambi tidak berdiri sendiri, seiring kota sebagai pusat perdagangan, pendidikan, hiburan dan lainnya, tentu pemasok problem lingkungan seperti sampah, asap kenadaraan, dan praktek sosial, ekonomi dan politik berasal atau bersumber dari daerah sekitar dan daerah kabupaten kota lainnya.

Pada akhirnya, keberhasilan pengendalian GRK bukan hanya diukur dari penurunan emisi karbon, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terjaganya kelestarian lingkungan, serta tumbuhnya budaya hidup berkelanjutan. Dengan kapasitas akademik, nilai-nilai keislaman, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat, UIN STS Jambi memiliki peluang besar untuk digandeng Pemkot dan menjadi pelopor transformasi menuju Kota Jambi yang rendah karbon, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.