Rektor UIN STS Jambi Jadi Narasumber Seminar Nasional Milad ke-49 Diniyyah Al-Azhar

Berita 3 menit baca 88 kali dilihat
Rektor UIN STS Jambi Jadi Narasumber Seminar Nasional Milad ke-49 Diniyyah Al-Azhar

Muaro Bungo – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menghadiri Seminar Nasional dalam rangka Milad ke-49 Yayasan Diniyyah Al-Azhar Muaro Bungo. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Utama Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar, Senin (3/8/2026). Pada kesempatan itu, Prof. Kasful Anwar hadir sebagai salah satu narasumber seminar nasional.

Selain Rektor UIN STS Jambi, seminar juga menghadirkan Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si. Selanjutnya, hadir Ketua STKIP Al Azhar Diniyyah Jambi, Dr. Abdul Muhaimin El Yusufi. Kemudian, Ketua STIT Al Azhar Diniyyah Jambi, Dr. Bahera Mursalin, turut menjadi narasumber.

Keempat narasumber secara bergantian memaparkan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Materi yang disampaikan menyoroti berbagai tantangan pendidikan serta strategi pengembangannya pada era kontemporer. Seminar diikuti pengurus yayasan, tenaga pendidik, mahasiswa, santri, serta berbagai unsur masyarakat. Selain itu, seminar menjadi ruang berbagi gagasan mengenai arah pendidikan masa depan.

Dalam pemaparannya, Prof. Kasful Anwar menyampaikan materi bertajuk “Rekonstruksi Paradigma dan Kebijakan Pendidikan di Era Kontemporer.” Ia menekankan pentingnya perubahan paradigma pendidikan untuk menjawab perkembangan zaman.

Menurutnya, dunia pendidikan tidak boleh terpaku pada cara pandang masa lalu. Sebaliknya, pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung. Ia menjelaskan bahwa perubahan merupakan bagian penting dari proses menuju kemajuan.

Meski demikian, perubahan sering kali menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Namun, tantangan tersebut harus dihadapi dengan kesiapan dan optimisme. “Kita harus bisa melihat masa depan, jangan hanya melihat masa lalu,” katanya.

Menurutnya, orientasi masa depan akan melahirkan kebijakan pendidikan yang lebih relevan. Selain itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan daya saing. Ia juga mengingatkan pentingnya keberanian menghadapi perubahan. “Perubahan itu melelahkan, tetapi jika kita tidak melakukan perubahan, maka hidup kita tidak akan bergerak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari para peserta seminar. Selanjutnya, Prof. Kasful menjelaskan bahwa perubahan membutuhkan arah yang jelas. Arah tersebut harus dibangun melalui pandangan hidup yang baik.

Menurutnya, pendidikan menjadi sarana utama membentuk cara pandang tersebut. Oleh sebab itu, kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan. Peningkatan kualitas tidak hanya menyangkut kurikulum. Namun, peningkatan juga mencakup penguatan karakter, kepemimpinan, dan budaya belajar. “Terlebih saat ini adalah zaman kemajuan. Setiap anak harus memahami dan dapat mengendalikan teknologi. Gadget mempermudah, tetapi tidak seluruhnya kegiatan belajar bergantung pada gadget,” jelasnya.

Ia menilai pendidikan harus menghasilkan lulusan yang adaptif. Selain adaptif, lulusan juga harus memiliki integritas dan kemampuan berkolaborasi. Dengan demikian, mereka mampu menghadapi perubahan global secara bijaksana.

Prof. Kasful juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi. Sinergi diperlukan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah. Sebaliknya, keluarga dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya. Karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi perjalanan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar. Selama 49 tahun, pesantren dinilai konsisten membina generasi muda. Pesantren juga berkontribusi dalam penguatan pendidikan Islam di daerah. Selain menghasilkan lulusan berkarakter, pesantren membangun nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Melalui seminar ini, para narasumber dapat memberikan perspektif baru bagi pengembangan pendidikan nasional. Momentum milad juga menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat pembaruan. Pada akhirnya, pendidikan mampu melahirkan generasi yang visioner, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.