Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menggelar seminar internasional, Senin (29/7). Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) menjadi tuan rumah penggagas seminar yang berlangsung selama dua hari, Senin – Selasa (29 – 30/7) secara hybrid di Amphitheater Wing C GCR dan aplikasi zoom. Mengusung tema “Annual International Conference on Religious, Language, and Contemporary Issues in the Sustainability of Nusantara Civilization Development“. Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Rektor UIN STS Jambi, Prof. As’ad, M.Pd.
Dalam sambutannya, Prof. As’ad menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama. Menurutnya, seminar ini memberikan dampak positif bagi UIN STS Jambi dalam upaya meningkatkan mutu penelitian dan kerja sama internasional. “Kegiatan ini membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, sesuai amanat dari Menteri Agama, PTKIN harus memperluas kerja sama internasional,” ujar Prof. As’ad.
Rektor menambahkan, Jambi ini pernah menjadi pusat pendidikan agama hindu pada 1000 tahun yang lalu. Ini dibuktikan dengan adanya candi muaro Jambi. Berdasarkan penelitian yang ada, Kompleks Candi Muaro Jambi dulunya merupakan tempat peribadatan sekaligus tempat pendidikan agama Budha.
Oleh karena itu, UIN Jambi harus berperan dalam keberlanjutan peradaban. Saat ini kita sedang menikmati peradaban yang modern dengan perkembangan teknologi luar biasa ini. Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi kita menghadapi peradaban masa depan. Kita harap penggunaan teknologi membuat peradaban menjadi lebih baik bukan justru menghancurkan peradaban dari apa yang sudah dibangun ulama pada masa lalu.
Seminar internasional Diikuti 200 Peserta
Seminar internasional ini berhasil menarik perhatian 200 peserta, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan. Peserta berasal dari UIN STS Jambi, UKM Malaysia, Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan, Brunei Darussalam, sembilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta dua perguruan tinggi swasta di Provinsi Jambi. Partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan minat besar terhadap isu-isu keberlanjutan peradaban Nusantara yang diangkat dalam seminar ini.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Prof. Kasful Anwar, M.Pd, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Dalam sambutannya, Prof. Kasful menekankan pentingnya kerjasama antar lembaga pendidikan untuk mengatasi tantangan kontemporer dalam pengembangan peradaban Nusantara. “Kami berharap seminar ini dapat menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan memperkuat kolaborasi penelitian di masa depan,” ungkap Prof. Kasful.
Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri, yang berbagi pandangan mereka tentang keberlanjutan peradaban Nusantara. Topik yang dibahas meliputi isu-isu keagamaan, bahasa, dan tantangan kontemporer yang dihadapi dalam mengembangkan peradaban berkelanjutan. Para peserta yang hadir di UIN STS Jambi sangat antusias dalam mengikuti sesi diskusi, yang berlangsung interaktif dan informatif.

Selain seminar, acara ini juga menjadi momen penting dengan diadakannya penandatanganan kerjasama antara Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN STS Jambi dan Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan
Dengan terlaksananya seminar ini, UIN STS Jambi semakin menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas penelitian dan membangun kerjasama internasional. Ini adalah langkah positif menuju kampus reservasi kebaikan dan keunggulan.
