PALEMBANG, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi melakukan diskusi bersama UIN Raden Fattah Palembang terkait penerimaan dan pengelolaan mahasiswa asing asal Sudan, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Pusat Layanan Internasional UIN Raden Fattah Palembang.

Pertemuan dihadiri sejumlah perwakilan dari kedua institusi. Dari UIN Jambi hadir Koordinator PLKI Dion Ginanto, perwakilan bagian kerja sama Ali Ubaidillah, serta LPM A. Rahim Saidek. Sementara itu, dari UIN Raden Fattah hadir Ketua PLI Susi Herti Afriani, bersama tim yang terdiri dari Dinar, Jawar, Paulina, dan Joko. Diskusi juga melibatkan perwakilan mahasiswa asal Sudan, AlSadek.
Kegiatan diawali dengan perkenalan masing-masing pihak, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian maksud kunjungan dari UIN Jambi. Dalam kesempatan tersebut, pihak UIN Raden Fattah memaparkan berbagai praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan mahasiswa internasional, sebelum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Mengurus Mahasiswa Internasional Butuh SDM Berkualitas
Ketua PLI UIN Raden Fattah, Susi Herti Afriani, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menangani mahasiswa internasional.
“Kami menyadari bahwa saya tidak bisa sendirian untuk mengurus mahasiswa internasional, maka kami diberikan empat staf yang mempunyai tugas masing-masing. Selain itu, masing-masing fakultas memiliki satu koordinator international office yang dapat berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.
Masukan juga datang dari mahasiswa asal Sudan, AlSadek, yang menyoroti kendala bahasa sebagai tantangan utama.
“Permasalahan utama kami di sini adalah bahasa. Jadi jika UIN Jambi ingin mahasiswa Sudan betah belajar di sana, pastikan dulu mereka dapat dilatih bahasa Indonesia atau sediakan mentor atau pendamping yang mahir berbahasa Arab,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, Dion Ginanto turut menyampaikan praktik baik pengelolaan mahasiswa internasional di UIN Jambi. Ia mengungkapkan bahwa UIN Jambi saat ini menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Sumatera.
Perluas negara asal mahasiswa
Kunjungan ini juga bertujuan untuk memperluas variasi negara asal mahasiswa internasional di UIN Jambi. “Mahasiswa kami banyak, namun hanya dari dua negara saja. Kami ingin memperbanyak variasi negara yang belajar di UIN Jambi, salah satunya adalah Sudan,” ujar Dion.
Sementara itu, Ali Ubaidillah menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan dalam kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih kepada pimpinan UIN Jambi yang memfasilitasi kami untuk menimba ilmu agar dapat mengembangkan kerja sama dengan negara lain, terutama dari Sudan,” ujarnya.