Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

UIN STS Jambi Gelar Seminar Sistem Istinbath Hukum Islam dan Bahtsul Masail

Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menjadi tuan rumah acara seminar bertema Sistem Istinbath Hukum Islam dan Bahtsul Masail, Jum’at (20/9). Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kementerian Agama Republik Indonesia, dan UIN STS Jambi. Seminar ini bertujuan untuk membahas isu-isu penting dalam sistem hukum Islam dan metode penetapan awal bulan hijriyah.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. As’ad, M.Pd menceritakan Sejarah berdirinya kampus ini. “UIN STS Jambi sendiri memiliki sejarah yang panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di Provinsi Jambi. Kampus ini lahir dari inisiatif para ulama pada tahun 1965, serta mendapat dukungan besar dari Nahdlatul Ulama (NU) melalui lembaga pendidikan Maarif dan organisasi Muhammadiyah, khususnya dari Pondok Pesantren Al Hikmah. Sehingga kemudian berdiri IAIN STS Jambi pada tahun 1967” jelasnya.

Kemudian, pada tahun 2017, IAIN STS Jambi bertransformasi alih status baru sebagai universitas Islam negeri. Pembangunan dan perkembangan UIN Jambi tidak terlepas dari kontribusi rektor-rektor sebelumnya yang berperan besar dalam membentuk visi institusi ini.

Prof. As’ad menambahkan, poin penting dari perjalanan kampus ini adalah pentingnya kerja sama dalam membangun institusi Pendidikan. “Semangat gotong royong dan keberkahan yang diusung oleh PBNU diharapkan dapat terus menguatkan pembangunan UIN Jambi di masa depan. Setiap orang tidak bisa bekerja sendiri, karena kita adalah sebuah supertim,” ujarnya di GTC Sutha Inn.

Di tengah gempuran perguruan tinggi umum yang berlomba-lomba menjadi PTNBH, tugas besar rektor adalah menjaga kestabilan dan mempromosikan keunggulan UIN STS Jambi. Fenomena ini menjadikan branding UIN Jambi sebagai universitas yang mampu bersaing secara nasional dan internasional sangat penting. “Tidak ada perbedaan mendasar antara universitas umum dengan UIN, terutama dari segi fasilitas yang dimiliki,” ungkap Prof. As’ad.

Katib ‘Aam PBNU, KH. Ahmad Said Asrori sebagai keynote speaker, menyampaikan seminar ini diikuti PWNU Jambi, Kepulauan Riau dan Riau. “Alhamdulillah seminar ini sudah dilaksanakan ketujuh kali. Alasan mengapa seminar ini dilaksanakan di perguruan tinggi, sebab mahasiswa akan lebih bersemangat Ketika kita menyebut UIN. Itu membuktikan bahwa perguruan tinggi islam sama kualitasnya dengan perguruan tinggi umum,” ujarnya saat membuka acara ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau, Riau, dan Jambi mengapresiasi seminar ini. Seminar ini diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan penting bagi kanwil dalam mengembangkan sistem hukum Islam dan penetan awal bulan hijriyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses