UIN STS Jambi Siapkan Konsep Kosmo-Green Mosque, Perkuat Implementasi Green Campus

Berita 2 menit baca 41 kali dilihat
UIN STS Jambi Siapkan Konsep Kosmo-Green Mosque, Perkuat Implementasi Green Campus

JAMBI – Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Dr. Pahmi SY., M.Si., memimpin rapat persiapan konsep Kosmo-Green Mosque, Kamis (24/9/2026), di Ruang Rapat Wakil Rektor Lantai 3 Gedung Rektorat UIN STS Jambi.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya UIN STS Jambi dalam memperkuat implementasi Green Campus melalui pengembangan pengelolaan masjid-masjid kampus yang berwawasan lingkungan sekaligus mengedepankan nilai-nilai kosmopolitan. Agenda tersebut secara resmi tercantum dalam undangan rapat yang diterbitkan pada 23 September 2026.

Dalam rapat tersebut, Dr. Pahmi menyatakan dukungannya terhadap gagasan pengembangan Kosmo-Green Mosque. Ia mendorong agar konsep tersebut nantinya dituangkan dalam blueprint sehingga arah dan pengembangannya dapat dipahami secara lebih jelas. “Saya mendukung sekali ini. Nanti buatkan blueprint-nya, ini nanti biar kita lebih memahami ini,” ujar Dr. Pahmi.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali fungsi masjid di lingkungan kampus agar keberadaannya dapat memberikan manfaat yang lebih luas. “Kita menghidupkan kembali masjid ini,” katanya.

Konsep Kosmo-Green Mosque diarahkan sebagai salah satu pilot project pengelolaan masjid di lingkungan kampus. Gagasan ini menempatkan masjid tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kampus yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, kehidupan sosial, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang terbuka dan inklusif.

Dalam bahan presentasi konsep yang dibahas, Kosmopolitanisme Al-Qur’an bertumpu pada tiga pilar utama, yakni situs kerukunan, masjid ramah lingkungan, dan pusat pemberdayaan. Ketiga pilar tersebut menggambarkan upaya mengembangkan fungsi masjid agar memiliki dampak lebih luas bagi sivitas akademika dan masyarakat.

Pilar situs kerukunan menempatkan masjid sebagai ruang bersama untuk dialog antaragama dan antarbudaya dengan mengedepankan kemuliaan manusia serta menghindari identitas yang sempit.

Sementara itu, konsep masjid ramah lingkungan diarahkan melalui penerapan energi terbarukan, pengelolaan air wudhu, serta program zero-waste sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Adapun pilar pusat pemberdayaan menempatkan masjid sebagai social engine melalui pengembangan zakat dan wakaf produktif, pelatihan kewirausahaan, serta penguatan ekonomi jamaah.

Melalui rapat persiapan tersebut, konsep Kosmo-Green Mosque diharapkan dapat dirumuskan secara lebih matang dan implementatif sebagai bagian dari penguatan Green Campus UIN STS Jambi. Rapat juga dihadiri sejumlah unsur terkait dari lingkungan universitas sesuai daftar undangan.

Bagikan:

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.