UIN STS Jambi Siapkan Program Orangtua Asuh bagi Mahasiswa Jalur Tahfiz, Libatkan Mahasiswa sebagai Pembina

Berita 3 menit baca 70 kali dilihat
UIN STS Jambi Siapkan Program Orangtua Asuh bagi Mahasiswa Jalur Tahfiz, Libatkan Mahasiswa sebagai Pembina

JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyiapkan program orangtua asuh bagi mahasiswa yang diterima melalui jalur tahfiz. Program ini menjadi bagian penguatan pembinaan akademik dan keagamaan sejak awal perkuliahan.

Arahan program disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan berlangsung melalui aplikasi Zoom Meeting. Sebanyak 110 calon mahasiswa jalur tahfiz mengikuti kegiatan ini. Turut hadir tim admisi dan pengelola LSOTF UIN STS Jambi.

Dalam arahannya, Ayub mengatakan pembinaan mahasiswa telah dimulai sebelum pelaksanaan kegiatan akademik lainnya. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan kampus dalam membangun karakter mahasiswa sejak awal.

Ia menjelaskan jalur tahfiz memiliki peran penting bagi pengembangan kualitas mahasiswa UIN STS Jambi. Selain itu, jalur ini menjadi sarana menjaring calon mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. “Kita sudah mengawali sebelum kegiatan lainnya. Jalur tahfiz ini sangat luar biasa karena kita ingin menjaring bakat dan kemampuan membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Selanjutnya, Ayub menyampaikan harapan besar kepada seluruh mahasiswa yang diterima melalui jalur ini. Menurutnya, masyarakat akan menaruh ekspektasi tinggi kepada lulusan UIN STS Jambi. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan umum. Mereka juga harus menunjukkan kemampuan keagamaan yang baik di tengah masyarakat. “Kami memiliki harapan besar kepada kalian. Sebagai mahasiswa UIN, masyarakat akan melihat kemampuan ilmu umum dan agama yang kalian miliki,” katanya.

Ia juga berharap mahasiswa jalur tahfiz mampu menjadi duta kampus di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, mereka dapat memperkenalkan citra positif UIN STS Jambi kepada masyarakat. Selain menjadi representasi kampus, mahasiswa juga diharapkan membantu pembinaan teman-teman mereka di Ma’had Al-Jami’ah. Pembinaan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an dan praktik ibadah mahasiswa.

Ayub menambahkan mahasiswa jalur tahfiz memperoleh kesempatan memilih berbagai program studi unggulan di UIN STS Jambi. Kesempatan tersebut tetap terbuka meskipun mereka memperoleh kategori Uang Kuliah Tunggal terendah. “Kami beruntung kalian telah memilih UIN Jambi dengan hafalan mencapai 20 juz,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ayub menyampaikan adanya target yang menjadi perhatian seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam. Target tersebut merupakan arahan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Ia menjelaskan setiap mahasiswa UIN harus memahami rukun Islam secara menyeluruh. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu mempraktikkan ibadah dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung target tersebut, kampus menyiapkan sistem pembinaan secara berkelompok. Setiap mahasiswa pembina akan mendampingi sekitar 20 mahasiswa lainnya. Apabila seluruh mahasiswa binaan berhasil memenuhi target pembinaan, kampus akan memberikan pengakuan akademik. UIN STS Jambi akan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat agar kegiatan tersebut dapat dikonversi menjadi program Kuliah Kerja Nyata.

Melalui program orangtua asuh ini, UIN STS Jambi berharap pembinaan keagamaan berlangsung lebih terarah. Selain itu, program tersebut diharapkan melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, religius, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.