Ujian Digital Serentak Dimulai, UM-PTKIN 2026 Buktikan Kampus Islam Negeri Makin Inklusif dan Mendunia

Berita 4 menit baca 32 kali dilihat
Ujian Digital Serentak Dimulai, UM-PTKIN 2026 Buktikan Kampus Islam Negeri Makin Inklusif dan Mendunia

TULUNGAGUNG – Pelaksanaan ujian seleksi nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 resmi dimulai hari ini, Senin (08/06). Pembukaan ajang seleksi bergengsi tersebut dilakukan secara serentak melalui platform Zoom, menandai dimulainya ujian digital luring (offline) yang akan berlangsung dari 08 hingga 14 Juni 2026 di 59 titik lokasi ujian di seluruh Indonesia.

Pada tahun akademik ini, UM-PTKIN mencatatkan performa impresif dengan total 64.479 peserta terdaftar. Berdasarkan peta demografi pendaftar, Provinsi Jawa Barat menduduki posisi teratas dengan 9.245 pendaftar, disusul oleh Jawa Timur (8.971), Jawa Tengah (7.440), Aceh (4.083), dan Sumatra Utara (3.956).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas capaian serta berbagai terobosan teknis yang dihadirkan dalam seleksi tahun ini.

“Kita patut bersyukur karena jumlah pendaftar dan angka registrasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Ada banyak inovasi serta metode baru yang kita munculkan pada proses pendaftaran tahun ini. Saat ini, anak-anak kita calon mahasiswa sedang menguji langsung keandalan layanan digital di masing-masing kampus,” ujar Prof. Amin Suyitno dalam sambutannya saat membuka acara secara virtual.

Prof. Amin Suyitno juga memuji langkah agresif para pimpinan perguruan tinggi yang turun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan program pendidikan mereka.

“Saya mengapresiasi para pimpinan PTKIN yang telah melakukan strategi ‘jemput bola’ untuk menjaring calon mahasiswa terbaik di wilayahnya masing-masing. Terima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja maksimal, sehingga minat masyarakat terus berkembang. Ini membuktikan bahwa keberadaan program studi di PTKIN sangat inklusif bagi siapa pun dan terbuka ramah untuk beragam latar belakang kepercayaan,” tambahnya.

Karakter inklusif dan jangkauan yang kian mendunia ini dipertegas oleh Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I. Dalam laporannya, ia memaparkan data objektif yang menunjukkan bahwa PTKIN kini telah menjadi ruang belajar yang aman dan setara bagi kelompok disabilitas serta masyarakat multi-keyakinan, bahkan hingga lintas negara.

“Tahun ini, UM-PTKIN diikuti oleh 43 peserta difabel dengan rincian 11 siswa tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita. Kami memastikan seluruh titik lokasi ujian memberikan fasilitas terbaik dan akses yang ramah bagi mereka,” papar Prof. Abd. Aziz.

Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz mengungkapkan dinamika menarik di mana kampus Islam negeri semakin diminati oleh kalangan non-muslim dan komunitas internasional.

“Tercatat ada 20 peserta non-muslim yang mengikuti ujian tahun ini, meliputi 17 pendaftar beragama Kristen, 2 Katolik, dan 1 dari aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tidak hanya itu, pada pergelaran tahun ini, kami juga bangga karena terdapat mahasiswa asing, salah satunya dari Papua Nugini, yang ikut ambil bagian dalam seleksi UM-PTKIN untuk menempuh studi di Indonesia,” jelasnya

Pelaksanaan UM-PTKIN Hari Pertama di UIN STS Jambi

Sementara itu, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kasful Anwar, menyambut baik dimulainya pelaksanaan UM-PTKIN 2026. Menurutnya, peningkatan jumlah pendaftar dan berbagai inovasi dalam sistem seleksi menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap PTKIN sebagai destinasi pendidikan tinggi yang unggul dan inklusif.

“UM-PTKIN bukan sekadar proses seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas, adil, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Kami di UIN STS Jambi berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan lancar,” ujar Prof. Kasful Anwar.

Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama dan Panitia Nasional PMB PTKIN yang terus melakukan penguatan sistem seleksi berbasis digital sehingga semakin efektif, transparan, dan akuntabel.

“Semangat inklusivitas yang ditunjukkan UM-PTKIN tahun ini, termasuk keterlibatan peserta difabel, peserta non-muslim, hingga calon mahasiswa dari luar negeri, menjadi bukti bahwa PTKIN telah berkembang menjadi ruang akademik yang terbuka dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat global. Kami berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan kelak menjadi generasi yang berkontribusi bagi bangsa serta kemajuan peradaban,” tambahnya.

Di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sendiri, pelaksanaan UM-PTKIN 2026 berlangsung dengan dukungan sarana dan prasarana yang telah dipersiapkan secara optimal. Panitia lokal memastikan seluruh tahapan ujian berjalan sesuai prosedur, mulai dari verifikasi peserta hingga pelaksanaan ujian berbasis komputer yang mengedepankan prinsip keamanan, kenyamanan, dan integritas.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.