Senin, 25 Agustus 2025 – Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tahun 2025 berlangsung meriah sekaligus inklusif. Sebanyak 2.470 mahasiswa baru mengikuti kegiatan ini, termasuk 8 mahasiswa difabel yang turut menjadi bagian penting dalam rangkaian acara.
Delapan mahasiswa difabel tersebut terdiri dari lima penyandang tunarungu, satu tunadaksa, satu tunanetra, dan satu tunagrahita. Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan ramah bagi mereka dengan menghadirkan penerjemah bahasa isyarat serta dukungan teknis lainnya.
Ketua Panitia PBAK, Yusuf, M.H., menjelaskan bahwa inklusivitas juga tampak pada sesi pembacaan ayat suci Al-Qur’an saat pembukaan. “Ada tiga mahasiswa baru yang membacakan Al-Qur’an, salah satunya dengan menggunakan bahasa isyarat,” ungkapnya.
PBAK tahun ini mengusung tema “Harmoni dalam Cinta.” Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Jamaluddin, M.Pd., menegaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk menggambarkan visi UIN Jambi sebagai ruang yang menerima semua kalangan tanpa terkecuali.
“Mahasiswa yang masuk UIN Jambi sekarang berasal dari beragam latar belakang, tidak hanya pesantren dan madrasah, tetapi juga SMA, SMK, bahkan Sekolah Luar Biasa. Kami ingin kampus ini menjadi tempat yang menyenangkan untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Tak hanya menjadi peserta, mahasiswa difabel juga menunjukkan bakat mereka dalam acara PBAK. Mereka menampilkan puisi, pantomim, hingga fashion show, yang mendapat apresiasi hangat dari seluruh peserta dan civitas akademika.
Dengan semangat keberagaman dan inklusivitas, UIN STS Jambi berharap PBAK 2025 menjadi awal yang baik bagi mahasiswa baru untuk menempuh perjalanan akademik sekaligus menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan kampus.(*)