Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Rektor Laporkan Progres Kinerja ke Direktur Diktis Kemenag RI

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. Asad, M. Pd., melaporkan progres kinerja yang telah dijalankannya. Selama menjabat rektor, kepada Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, Rabu (24/7). Kedatangan Rektor UIN STS Jambi didampingi Wakil Rektor III, Dr. Jamaluddin, M. Pd. I.

Dalam pertemuan itu, Rektor menyampaikan beberapa hal yang sedang maupun sudah dilaksanakan. Sejak awal kepemimpinannya Desember 2023 lalu hingga saat ini. Beberapa hal yang disampaikan diantaranya berkaitan dengan submit Fakultas Kedokteran, pendampingan guru besar, digitalisasi layanan, revitalisasi ma’had al jamiah, foodcourt, dan disiplin ASN.

Untuk diketahui, pertemuan itu dilakukan setelah sehari sebelumnya Rektor juga sudah melaporkan kinerja kepada Plt. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag.. “Kami melaporkan ke Pak Direktur, setelah kemarin juga sudah konsultasi ke Pak Plt. Dirjen Pendis. Dalam pertemuan dengan Pak Direktur tadi, kami melaporkan program submit Fakultas Kedokteran. Dan juga borang akreditasi UIN STS Jambi yang sedang diperjuangkan dan insya Allah unggul,” katanya.

Di samping itu, menurut Rektor, yang tidak kalah pentingnya dia juga menyampaikan kepada Direktur Diktis berkaitan dengan rencana untuk pengusulan penambahan dosen melalui skema penerimaan Dosen Tetap Badan Layanan Umum (DTBLU). Menurut dia, ke depan perekrutan DTBLU itu sangat penting untuk menambah rasio kebutuhan dosen di beberapa program studi, terutama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA).

Rektor menyampaikan bahwa pada pertemuan itu juga turut disampaikan berkaitan dengan skema percepatan dan pendampingan calon guru besar UIN STS Jambi. Direktur Diktis pada kesempatan itu berpesan agar UIN STS Jambi bisa melahirkan profesor yang memiliki tanggung jawab keilmuan terhadap karya intelektual. “Pendampingan guru besar harus diarahkan untuk melahirkan profesor yang memilki tanggungjawab keilnuan terhadap karya-karya intelektualnya. Pendampingan calon guru besar harus memperhatikan keaslian karya dosen, seraya diarahkan agar tidak terjebak pada pusaran publikasi pada jurnal predator,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses