Buka PKDP 2026 Batch 2 UIN STS Jambi, Ahmad Zainul Hamdi Tekankan Keseimbangan Agama dan Kebangsaan
JAMBI – Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara agama dan kebangsaan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026 batch 2 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Rabu (10/6/2026). Batch 2 ini diikuti 130 peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam di Provinsi Jambi.

Dalam paparannya, Ahmad Zainul Hamdi menyebut Indonesia sebagai negara religius yang memiliki keberagaman tinggi. Namun demikian, Indonesia bukanlah negara agama yang hanya mengakomodasi satu keyakinan tertentu. Meski begitu, konstitusi tetap menjamin kebebasan beragama bagi seluruh warga negara Indonesia. Karena itu, menurutnya, komitmen kebangsaan dan hak menjalankan agama harus terus dijaga secara seimbang.
Selain itu, ia menilai penguatan moderasi beragama menjadi langkah penting menjaga persatuan bangsa. “Penguatan Moderasi Beragama pada dasarnya adalah menghadirkan negara sebagai rumah bersama yang adil dan ramah,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh warga negara harus merasa aman menjalankan kehidupan beragama secara damai dan harmonis. “Kita harus bisa menanamkan rasa toleransi. Bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Jangan hanya saat agama kita yang dihina kita merasa sakit. Tetapi Ketika kita menyaksikan agama lain mengalami itu, kita biasa saja,” ungkap Prof. Inung sapaan akrabnya.
Dengan demikian, masyarakat dapat hidup rukun, sejahtera, dan saling menghargai dalam keberagaman. Selanjutnya, Prof. Inung menekankan bahwa moderasi beragama bukan upaya melemahkan keyakinan seseorang. Sebaliknya, moderasi beragama bertujuan memperkuat kehidupan bersama dalam bingkai kebangsaan Indonesia. Menurutnya, nilai moderasi sangat penting diterapkan di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan. Sebab, perguruan tinggi memiliki peran strategis membangun cara pandang keagamaan yang inklusif dan toleran.
Oleh karena itu, dosen diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga harmoni sosial di masyarakat. Tidak hanya itu, dosen juga memiliki tanggung jawab membangun ruang dialog yang sehat dan terbuka. Sementara itu, pelaksanaan PKDP 2026 menjadi bagian penting meningkatkan kapasitas dosen pemula. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir dosen-dosen profesional yang memiliki perspektif moderat.
Di sisi lain, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus berkomitmen mendukung penguatan moderasi beragama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengembangan akademik dan pembinaan sumber daya manusia.


