Isra Mi’raj di UIN STS Jambi, Ustaz Ahmad Al Habsy Tekankan Pentingnya Adab dan Akhlak

Berita 2 menit baca 157 kali dilihat
Isra Mi’raj di UIN STS Jambi, Ustaz Ahmad Al Habsy Tekankan Pentingnya Adab dan Akhlak

MUARO JAMBI — Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan tersebut digelar di Masjid As Shabah dan diikuti oleh sivitas akademika UIN STS Jambi, Senin (2/2/2026).

Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan pendakwah nasional, Ustaz Ahmad Al Habsy. Kehadiran dai kondang tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan acara keagamaan kampus.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Ia mengucapkan selamat datang kepada Ustaz Ahmad Al Habsy di kampus UIN STS Jambi. Rektor menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna strategis bagi penguatan spiritual akademisi. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat keilmuan, tetapi juga pusat pembinaan moral.

Selain itu, Prof. Kasful Anwar menyinggung momentum menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Ia mengajak seluruh dekan, ketua program studi, dan sivitas akademika untuk aktif turun ke masyarakat. Menurut rektor, Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperkuat pengabdian sosial dan dakwah kampus.Kehadiran akademisi di tengah masyarakat diharapkan membawa manfaat dan kemaslahatan umat.

Ia menambahkan bahwa sosialisasi akademik perlu diiringi dengan aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, peran UIN STS Jambi dapat dirasakan secara langsung oleh umat.

Setelah sambutan rektor, acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz Ahmad Al Habsy. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah meneladani generasi terbaik dalam sejarah Islam. Menurutnya, generasi unggul lahir dari keteladanan terhadap generasi sebelumnya. Nilai keimanan, adab, dan akhlak menjadi fondasi utama pembentukan karakter umat.

Ustaz Ahmad Al Habsy kemudian mengulas makna mendalam peristiwa Isra dan Mi’raj. Ia menyampaikan bahwa perjalanan Rasulullah SAW sarat dengan pesan spiritual dan sosial.

Peristiwa Isra, menurutnya, mengajarkan manusia agar tidak bersikap sombong. Rasulullah SAW telah mencapai derajat tertinggi tanpa merasa lebih tinggi dari manusia lain. Selain itu, Isra juga mengajarkan pentingnya kedekatan dengan masjid. Masjid, kata dia, merupakan ruang ibadah yang tidak membedakan ras maupun kasta.

Sementara itu, peristiwa Mi’raj mengajarkan nilai adab dalam kehidupan. Umat Islam diminta untuk senantiasa menghormati yang lebih tua dan menjaga etika. Lebih lanjut, ia menyoroti peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi masa depan. Kampus, pesantren, dan madrasah tidak cukup hanya mencetak lulusan cerdas secara intelektual.

Menurutnya, lembaga pendidikan harus melahirkan alumni berakhlak, beradab, dan berkepribadian Islami. Ilmu pengetahuan yang tidak disertai adab berpotensi kehilangan nilai keberkahan. Sebagai penutup, Ustaz Ahmad Al Habsy mengajak jamaah merefleksikan makna Isra Mi’raj secara mendalam. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam kehidupan akademik dan sosial.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.