KIPRAH PROF. SUHAR; PENDIDIKAN DANDAKWAH (Sepenggal Kisah)
Oleh: Dr.Pahmi Sy, S.Ag, MSi (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencan Keuangan)
Pembangunan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan dan dakwah. Dalam konteks Provinsi Jambi, salah satu tokoh yang memberikan kontribusi nyata pada kedua bidang tersebut adalah Prof. Dr. H. Suhar, AM., M.Ag. Sebagai Guru Besar bidang Fikih Modern dan Hukum Islam di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, beliau telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membimbing umat melalui dakwah yang moderat dan mencerahkan.
Kini beliau telah tiada, kurang lebih pukul 14.13 WIB hari minggu tanggal 05 Juli 2026 bertempat di Rumah Sakit Lubbuk Linggau, beliau menghembuskan nafas terkhir, dan akan dikebumikan di Kabupaten Sarolangun Jambi. Sosok itu telah pergi selamanya, meninggalkan banyak kenangan beliau adalah sosok yang disegani, karena kebibawaan ilmunya, sikapnya yang tegas, diathun beliau mengajar kami di Fak. Ushuluddin banyak ispirasi yang diberikan, seperti spririt keilmuan dan wawasan yang luas, terkenal dosen yang serius, tegas dan penuh humoris.
Mendidik dengan Ilmu dan Keteladanan
Bagi Prof. Suhar, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan proses pembentukan manusia yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Selama mengabdi di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, beliau aktif mengajar, membimbing mahasiswa, mengembangkan kajian fikih kontemporer, serta mendorong budaya akademik yang kritis dan produktif. Kepakarannya di bidang Fikih Modern dan Hukum Islam menjadi landasan dalam melahirkan lulusan yang mampu menjawab persoalan umat secara ilmiah dan kontekstual. Beliau juga dikenal sebagai sosok akademisi yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam berbagai forum ilmiah, Prof. Suhar menekankan pentingnya integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern agar perguruan tinggi Islam mampu melahirkan sarjana yang unggul, adaptif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. hanya saja keritik beliau bahwa integrasi keilmuan harus diajarkan dengan motede yang komperensif, bukan sepenggal-sepenggal.
Dakwah sebagai Pengabdian kepada Umat
Selain sebagai pendidik, Prof. Suhar memiliki kiprah yang luas dalam bidang dakwah. Sejak mudaProf Suhar sudah mendidikasikan dirinya dalam bidang dakwah, ia singa podium yang menggelegar, suaranya lantang, retorika yang tetata, dan penuh dengan isi yang mendalam dan pencerahan yang luas. Apa yang beliau sampaikan materi-materi ceramah, tauhid, syari’at dan akhlaq ia kemas dengan bahasa yang dapat dipahami oleh audien. ia menyampaikan pesanagama apaadanyayangdikaitkan dengan kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat.
Dakwah yang beliau lakukan tidak hanya melalui mimbar masjid, tetapi juga melalui ruang kuliah, seminar, diskusi ilmiah, pembinaan masyarakat, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan dakwahnya menampilkan wajah Islam yang santun, moderat (wasathiyah), dialogis, dan penuh hikmah. Dalam pandangannya, dakwah harus mampu menjadi solusi atas persoalan sosial, memperkuat persatuan umat, serta membangun masyarakat yang berkeadaban. Dakwah bukan hanya mengajak kepada ibadah ritual, tetapi juga mendorong lahirnya etika sosial, kepedulian terhadap sesama, dan semangat membangun bangsa.
Kontribusi bagi Pengembangan UIN STS Jambi
Sebagai salah seorang profesor senior, Prof. Suhar, akatif mengajar di Pascasarjana, kiprahnya yang awal keilmuan menggeluti Filsafat, namun atas saran Gurunya Prof. Sulaiman Abdullah, ia diminta mendalmi fiqih dan Ushul Fiqih, sehingga beliau sangat ahli dibidang hukum Islam, atas pertautan keilmuan itulah beliau menjadi intelektual muslim yang mumpuni. banyak karyakaryanya yang menjadi buku yang diterbitkan. Sekitar tahun 2000 an, waktu itu penulis menjadi pengelola jurnal akdemika, tulisan Pak Suhar sudah mendapat pengakuan dari Doktor Abdurahman Qodir (Rahman Q).
Prof Suhar turut berkontribusi dalam perjalanan pengembangan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menuju universitas Islam yang unggul. Beliau kerap menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk forum yang membahas paradigma transintegrasi ilmu sebagai salah satu arah pengembangan keilmuan di lingkungan UIN STS Jambi. Kehadiran beliau dalam berbagai forum ilmiah menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang menghubungkan ilmu keislaman dengan tantangan kehidupan modern.
Di Propinsi Jambi beliau sangat dikenal sebagai intelektual muslim dan ulama, aktivitasnya menjadi dewan hakim dan pernah menjadi ketua dewan hakim MTQ Tingkat Propinsi Jambi menunjukkan beliau sangat mengusai hukum-hukum dalam Al-qur’an, Tafsir Al-Qur’an. disamping itu beliau juga menjadi salah satu pengurus DPW LPQQ (Lembaga Pembinaan Qoatil Qur’an) sebagai penasehat dan pengasuh. banyak lagi aktivitas lain yang beliau lakoni dilevel propinsi dan kabupaten kota, sebagai satu sosok intelaktual muslim dan ulama.
Teladan bagi Generasi Muda
Di mata banyak mahasiswa dan kolega, Prof. Suhar dikenal sebagai sosok sederhana, bersahaja, disiplin, dan konsisten dalam mengamalkan ilmu. Beliau menunjukkan bahwa seorang profesor bukan hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga harus menjadi teladan moral, pembimbing umat, dan penggerak perubahan sosial. Kiprah tersebut sejalan dengan prinsip bahwa ilmu yang paling mulia adalah ilmu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan dan dakwah menjadi dua sayap pengabdian yang terus beliau jalankan secara seimbang.
Setelah beliau paripurna dan berusia 70 tahun, mengakhiri masa tugasnya di UIN Sulthan ThahaSaifuddin Jambi, beliau kembali ke kampung halamnnya di Sarolangun, Hal yang beliau lakukan adalah mengajr masyarakat, memuka majlis ta’alim, masyarakat sangat menyenaginya, ia hibahkan dirinya tempat orang-orang bertanya tentang hukum, ia mengabdikan ilmunya sampai akhir hayatnya. tiada henti sampai ia dipanggil Ilahi.
Penutup
Kiprah Prof. Dr. H. Suhar, AM., M.Ag. di Jambi merupakan contoh nyata bagaimana seorang akademisi mampu mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui dedikasi panjangnya sebagai guru besar, pendidik, dan dai, beliau telah memberikan sumbangan penting bagi kemajuan pendidikan Islam, pengembangan pemikiran hukum Islam, serta penguatan kehidupan keagamaan di Provinsi Jambi. SELAMAT PROF SUHAR, ILMU DAN AMAL SHOLEHMU SELALU BERSAMAMU SEBAGAI TEMAN SEJATI.