Konferensi Internasional Resmi Dibuka, Rektor Semakin Yakin UIN STS Jambi Raih Akreditasi Unggul
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. As’ad, M.Pd., secara resmi membuka konferensi internasional bertema “The First International Conference on Qur’an, Tradition, and Contemporary Issues“. Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN STS Jambi.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pentingnya konferensi ini, sebagai wadah transfer ilmu. Dia menekankan perlunya kajian mendalam mengenai Al-Qur’an, tradisi, dan isu kontemporer. “Penting bagi kita mengkaji dan memahami AlQur’an. “Perlu melihat relevansi Al Qur’an dalam menghadapi tantangan zaman modern,” tandasnya.
Rektor semakin optimis UIN STS Jambi dapat segera meraih akreditasi unggul dengan menyelenggarakan konferensi internasional ini. “Konferensi ini salah satu upaya kita untuk mewujudkan kampus reservasi kebaikan dan keunggulan. Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi kita dapat mencapai akreditasi unggul untuk UIN STS Jambi,” ujar Prof. As’ad.
Konferensi ini diikuti oleh presenter dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Mesir. Presenter banyak berasal dari kampus terkemuka, baik dalam dan luar negeri. Subtema yang diangkat pada konferensi mencakup berbagai topik. Mulai dari Tafsir Al Qur’an dan perubahan sosial, moderasi beragama, pendidikan, pluralisme, dan deradikalisasi, hingga persoalan kultur dan peradaban islam.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd mengucapkan terima kasih, atas partisipasi aktif dari seluruh peserta dan pembicara. “Dari 130 abstrak yang masuk, setelah seleksi yang cukup ketat, tim reviewer memutuskan 60 abstrak yang lolos. Dari presenter yang lolos, sebanyak 22 presenter melakukan presentasi secara offline, selebihnya melalui aplikasi zoom meeting,” jelas Prof. Kasful, di Amphiteater Wing B GCR UIN STS Jambi.
Dia berharap, melalui konferensi ini, dapat melihat bagaimana peran agama dalam menyelesaikan isu-isu kontemporer, baik tingkat lokal dan skala nasional. Sehingga Al Qur’an dan tradisi dapat berdialog dan relevan dengan segala situasi dan kondisi masyarakat dunia saat ini.
Konferensi ini akan berlangsung selama dua hari, pada tanggal 21 s.d. 22 Mei 2024, dengan berbagai sesi paralel dan panel diskusi. Pada hari pertama, presenter dari berbagai negara menyampaikan pandangannya. Mereka membahas berbagai aspek mengenai relevansi Al-Qur’an dalam konteks modern.
Konferensi ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran agama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan social masyarakat. Al Qur’an dan tradisi dapat berjalan secara bersamaan, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan social masyarakat. Al Qur’an, teks keagamaan, dan tradisi dapat berjalan bersamaan. (*)
