JAMBI — Upaya mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan industri terus dikebut UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi. Dalam pertemuan, Senin (9/3/2026) guna mematangkan agenda “PetroChina Goes to Campus”. Pimpinan menghadiri pertemuan guna memastikan kesiapan program kolaborasi bersama PetroChina International Jabung Ltd.
Kegiatan koordinasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Jamaluddin, M.Pd.I. Bersama Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta jajaran pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Turut hadir pula Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) FST.
Kehadiran mereka menegaskan pentingnya program ini dalam meningkatkan kualitas lulusan, khususnya mahasiswa Program Studi Kimia. Kolaborasi dengan industri migas dinilai mampu membuka wawasan mahasiswa mengenai kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya.
Dalam arahannya, Wakil Rektor III UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, menegaskan bahwa kegiatan “PetroChina Goes to Campus” bukan sekadar agenda seremonial. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dan memperluas peluang kerja bagi alumni.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun sinergi kuat dengan industri agar proses pendidikan berjalan selaras dengan perkembangan dunia profesional. “Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas lulusan dan memperluas peluang kerja bagi mahasiswa,” ujar Jamaluddin.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga menjadi sarana mahasiswa memahami standar kerja industri, termasuk budaya kerja profesional dan aspek keselamatan kerja. “Mahasiswa harus mendapat gambaran langsung tentang bagaimana dunia industri bekerja. Dengan begitu, mereka lebih siap menghadapi tantangan setelah lulus,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin strategis juga menjadi fokus pembahasan bersama. Pertama, penguatan standar mutu. Ketua LPM memastikan setiap bentuk kerja sama, mulai dari magang hingga kuliah umum, memenuhi standar penjaminan mutu akademik universitas.
Kedua, akselerasi kerja sama. Wakil Rektor III menekankan bahwa kolaborasi ini harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa dan serapan alumni di industri hulu migas.
Ketiga, penyelarasan teknis pelaksanaan. Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FST menyelaraskan jadwal akademik agar kegiatan “Goes to Campus” dapat diikuti secara maksimal tanpa mengganggu perkuliahan.
Jamaluddin juga menyampaikan bahwa dukungan penuh dari pihak rektorat dan fakultas menjadi bukti keseriusan UIN STS Jambi dalam membangun ekosistem pendidikan yang terhubung dengan dunia industri. “Kami ingin memastikan mahasiswa FST, khususnya Prodi Kimia, memiliki daya saing tinggi dan siap bersaing di dunia kerja,” tegasnya.
Program “PetroChina Goes to Campus” sendiri direncanakan menghadirkan berbagai sesi berbagi pengetahuan dari praktisi profesional PetroChina. Kegiatan ini akan mencakup pemaparan teknologi migas, pengalaman kerja di sektor energi, hingga sosialisasi prosedur keselamatan kerja atau Health, Safety, and Environment (HSE) yang berlaku di tingkat internasional.
Melalui kegiatan ini, UIN STS Jambi berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis di ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di sektor energi nasional.