Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Refleksi FGD Senat PTKIN Se Indonesia

FGD yang dihadiri oleh Ketua Senat UIN STS Jambi, Prof. Dr.H. Mukhtar, M.Pd dan Sekretaris Komisi C. Dr. Drs. Firhat Abbas, M.Ag menghadirkan gagasan cemerlang. FGD ini melahirkan tindak lanjut dan pokok pikiran untuk PTKIN yang unggul dan mendunia.

Dalam sambutan tuan rumah ketua Senat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA menegaskan pentingnya kesungguhan senat berpartipasi. Hal ini untuk peningkatan kualitas akademik di kampus yang kelak unggul dan memiliki rekognisi dunia. Saat ini semua warga kampus dituntut memiliki kesadaran kolektif akan pentingnya rekognisi dunia. Pengakuan masyarakat global terhadap kampus sebagai “pabrik” tenaga kerja terdidik adalah keniscayaan yang tak boleh dianggap ringan.

Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd. merupakan salah satu anggota tim perumus Forum Senat PTKIN se-Indonesia yang sebagian anggotanya adalah mantan Rektor dan pejabat kampus merumuskan bahwa Kedepan ada 4 (empat) hal pokok yang hendaknya menjadi pikiran rumusan yang harus diwujudkan, yaitu:

Clastering. Mesti ada konsep clastering untuk menjaga eksistensi PTKIN dalam rekrutmen mahasiswa. Artinya membiarkan sesama PTKIN bertarung bebas dalam mendapatkan mahasiswa itu sama artinya perang sesama saudara tidak dapat dicegah.

Distingsi. Perbedaan dan keunggulan yang jelas dan terukur antar PTKIN adalah kerja mendesak yang memerlukan dukungan Senat. Akibat ketidakjelasan distingsi sehingga masing-masing berjalan tanpa arah dan manual saja. Senat mesti mendorong pimpinan kampus untuk memastikan keunggulan dan perbedaan kampus mereka dengan kampus lain. Sehingga ada kebanggan kolektif, bukan kebanggaan sektoral. Kemenag diminta menyediakan program dan anggaran pembinaan bagi distingsi dan ekselensi PTKIN.

Selanjutnya, Internasionalisasi. Yaitu menggerakkan kampus untuk menjadi dikenal warga dunia yang memerlukan partisipasi anggota senat. Maka perlu kolaborasi antar PTKIN, jaringan, visting Professor, dan adanya mahasiswa asing. Senat dituntut mendorong pimpinan kampus untuk kreatif mendapatkan kerjasama pihak luar yang tidak saja membawa benefit, tetapi lebih lagi membawa profit atau keuntungan. Inisiatif, kreativitas dan inovasi Rektor dan pejabat struktural untuk mendayagunakan asset bagi mendapatkan pemasukan keuangan non akademik yang dapat meningkatkan kualitas civitas akademika.

Peran senat untuk meremending, menginisiasi dan menginspirasi Rektor dalam berbagai program yang progresif lebih khusus lagi untuk melakukan kerjasama dengan kampus dunia yang tentu akan menjadikan kampus masing-masing mendunia.

Lebih lanjut menurut Prof. Dr.H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., sebagai Direktur DIKTIS bahwa Asesmen lapangan terus berpacu keunggulan prodi dan lembaga AIPT, yg skrg sdh 18 PTKIN di tanah air, sejak beliau menjadi Direktur. Soal nilai keislaman, selesaikan secara internal kurikulum tapi bukan dg embel2 Islam yg dilekatkan dg prodi. Sehingga ruang gerak PTKIN sangat ekslusif. Optimalkan fungsi BLU dan ciptakan strategi baru agar prodi2 tetap eksis dalam rekrutmen mahasiswa baru yg saat ini terjadi penurunan hampir di seluruh PTKIN karena hadirnya PTNBH pada PT Umum. Senat diharapkan mengambil peran tri dharma LBH efektif dan produktif sebagai mitra Rektor dalam memposisikan peran leadership dan manajerial kampus yg unggul dan kompetitif.

Kontributor :DS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses