Muaro Jambi – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar kegiatan Refreshment Asesor Beban Kerja Dosen (BKD). Kegiatan ini dilaksanakan Selasa (8/7/2025) di Amphiteater Lantai empat Rektorat UIN STS Jambi.
Para asesor dari seluruh fakultas di lingkungan UIN STS Jambi hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan refreshment ini bertujuan menyamakan persepsi para asesor dalam pelaksanaan penilaian beban kerja dosen. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan pembaruan sistem BKD yang kini berbasis digital.

Iqmal Havizni dari UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD) UIN STS Jambi menjadi narasumber utama. Ia menjelaskan secara teknis penggunaan sistem website BKD versi terbaru kepada para peserta. “Sistem ini dirancang lebih efisien dan transparan untuk proses input serta validasi laporan BKD,” ujar Iqmal.
Menurutnya, sistem ini akan mempercepat proses pelaporan sekaligus mengurangi kesalahan teknis penilaian. Iqmal juga memaparkan fitur-fitur baru dalam sistem digital yang telah diperbarui oleh tim pengembang internal. Di antaranya, tampilan antarmuka yang lebih sederhana dan langkah validasi dokumen yang lebih terstruktur.
Selain pemaparan, peserta juga diberikan simulasi langsung mengenai cara penggunaan sistem secara lengkap. Simulasi meliputi proses login, pengisian formulir, hingga tahap akhir validasi dokumen dosen.
Para peserta tampak antusias mengikuti simulasi serta aktif menyampaikan kendala yang mereka alami sebelumnya. Beberapa peserta bahkan memberikan masukan terkait fitur yang perlu ditingkatkan dalam sistem tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIN STS Jambi meningkatkan layanan akademik berbasis teknologi. Melalui kegiatan ini, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) ingin memastikan sistem BKD berjalan sesuai standar nasional. “Ini langkah strategis memastikan pelaporan dosen sesuai regulasi Kementerian Agama RI,” kata Sekretaris LPM.
Ia menambahkan bahwa penguatan sistem digital akan terus dilakukan sesuai kebutuhan pengguna. Ke depan, UIN STS Jambi berkomitmen terus mendorong tata kelola dosen yang profesional dan berbasis data.
Pengembangan sistem juga akan diiringi pelatihan berkelanjutan bagi asesor dan tenaga kependidikan. Dengan sistem yang baru, kampus berharap peningkatan mutu pendidikan tinggi semakin terukur dan akuntabel.
Penulis: Dwita Annisa, Fotografer: Zharifah Rukhaputri/ Ahmad Saidi