Rektor UIN STS Jambi: Yudisium Bukan Akhir Pendidikan, tetapi Awal Mengemban Tugas dan Mewujudkan Mimpi

Berita 2 menit baca 109 kali dilihat
Rektor UIN STS Jambi: Yudisium Bukan Akhir Pendidikan, tetapi Awal Mengemban Tugas dan Mewujudkan Mimpi

JAMBI — Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. memberikan arahan kepada peserta Yudisium XXIII Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di SUTHA INN Kampus UIN STS Jambi, Telanaipura.

Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium sekaligus mengingatkan bahwa berakhirnya proses yudisium bukan berarti berakhirnya perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi para lulusan untuk memasuki fase baru dengan tanggung jawab yang lebih besar.

“Para yudisium sekalian, selamat dan sukses. Dengan berakhirnya yudisium pada hari ini, bukan akhir dari proses pendidikan, tetapi merupakan awal untuk mengemban tugas yang luar biasa untuk mengemban tugas ke depan,” ujar Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.

Ia menekankan pentingnya para lulusan memiliki perencanaan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, alumni tidak cukup hanya menyandang status sebagai lulusan, tetapi harus memiliki program, tujuan, dan mimpi yang jelas untuk masa depan.

“Diharapkan Anda menjadi alumni bukan sekadar alumni. Paling tidak Anda harus bisa memahami apa yang bisa Anda lakukan ketika sudah menjadi alumni. Program-program apa saja yang Anda inginkan ketika menjadi alumni. Misalnya, setelah ini saya harus lanjut S2, nanti lanjut S3, boleh itu. Itu namanya program. Jadi hidup ini harus mempunyai program dan mimpi,” katanya.

Selain perencanaan dan mimpi, Rektor UIN STS Jambi juga mengingatkan para lulusan agar membekali diri dengan keterampilan atau skill. Menurutnya, kemampuan akademik dan penguasaan teori harus berjalan beriringan dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata maupun dunia kerja.

“Anda harus mempunyai skill, bukan hanya kemampuan secara teori tetapi kemampuan skill karena ke depan itu dituntut harus mempunyai skill. Karena jika tidak mempunyai skill, tidak ada sesuatu yang bisa ditonjolkan, maka dia akan tertinggal. Dia tidak bisa berbuat apa-apa, itu akan hanya bisa melihat saja,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa lulusan FEBI UIN STS Jambi diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berkarya, dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Momentum Yudisium XXIII pun diharapkan menjadi titik awal bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan dengan program yang terarah, keterampilan yang kuat, serta keberanian mewujudkan cita-cita.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved.