JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag), Prof. Kamaruddin Amin memberikan arahan strategis, Selasa (14/4/2026). Arahan ini kepada para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi. Hal ini untuk memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program kementerian.
Arahan tersebut disampaikan sebagai upaya memperkuat peran kelembagaan sekaligus meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program-program yang terukur dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Sekjen Kemenag mengungkapkan bahwa berdasarkan survei terbaru, Kementerian Agama menempati peringkat kedua dalam hal kinerja, tepat di bawah Kementerian Keuangan. Capaian ini dinilai sebagai prestasi yang patut diapresiasi, namun juga menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik.
Selain itu, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden terkait pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. Kehadiran Dirjen Pesantren yang baru mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama karena adanya penguatan terhadap Ma’had Aly sebagai pusat tafaqquh fid din yang diharapkan mampu mencetak ulama yang mendalam keilmuannya.
Meski demikian, Sekjen mengingatkan bahwa PTKIN tidak boleh kehilangan peran strategisnya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam. PTKIN harus tetap menjadi garda terdepan dalam penguatan tafaqquh fid din yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sekjen juga menekankan pentingnya penyegaran program Menteri Agama, khususnya program ekoteologis. Program ini diminta untuk diimplementasikan secara konkret di lingkungan kampus sebagai model yang dapat ditiru oleh masyarakat luas.
Konsep ekoteologis tidak hanya dimaknai sebagai upaya menciptakan kampus hijau, tetapi juga membangun budaya sadar lingkungan berbasis nilai keagamaan. Salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan adalah efisiensi penggunaan energi, termasuk pengaturan operasional pendingin ruangan.
Selain itu, pengelolaan sampah menjadi perhatian penting. Sampah didorong untuk tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat. PTKIN diharapkan dapat mengadopsi teknologi ini melalui kerja sama dengan perguruan tinggi lain yang telah lebih dahulu mengembangkannya.
Sekjen menegaskan bahwa konsep ekoteologis harus terus didesiminasikan agar menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Dengan demikian, kesadaran lingkungan tidak hanya tumbuh di kampus, tetapi juga meluas ke kehidupan sehari-hari.
Dalam aspek kelembagaan, Sekjen menekankan pentingnya memperluas kolaborasi antara PTKIN dan Kanwil Kemenag Provinsi. Kerja sama tidak boleh terbatas pada penerimaan mahasiswa baru, tetapi harus mencakup sektor strategis lainnya.
Salah satu potensi yang perlu dioptimalkan adalah pengelolaan dana filantropi Islam, seperti zakat dan wakaf. Potensi ini dinilai sangat besar dan perlu dikelola secara profesional agar dapat memberikan dampak maksimal bagi pendidikan dan kesejahteraan umat.
Lebih lanjut, Sekjen mendorong pembangunan legacy melalui pengelolaan dana abadi pendidikan yang bersumber dari wakaf dan instrumen filantropi lainnya. Pengelolaan yang transparan dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut.
Di masa depan, profesi amil dan nazir dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Hal ini seiring dengan peningkatan signifikan dalam pengumpulan zakat nasional setiap tahunnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten di bidang tersebut.
Rektor UIN STS Jambi Siap Jalankan Arahan
Menanggapi arahan tersebut, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar, M.Pd, menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan seluruh arahan Sekjen Kemenag. Ia menegaskan bahwa UIN STS Jambi berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis dengan Kanwil Kemenag serta berbagai mitra lainnya dalam mendukung implementasi program kementerian.
Menurutnya, penguatan program ekoteologis akan menjadi prioritas di lingkungan kampus. UIN STS Jambi siap mengembangkan konsep green campus berbasis nilai keislaman sekaligus membangun kesadaran ekologis sivitas akademika.
Selain itu, pihaknya juga akan mendorong optimalisasi pengelolaan filantropi Islam melalui pendekatan akademik dan kelembagaan yang profesional, termasuk pengembangan program studi yang relevan untuk mencetak amil dan nazir yang kompeten.
Prof. Kasful Anwar menambahkan bahwa UIN STS Jambi siap berperan aktif dalam membangun dana abadi pendidikan sebagai bagian dari legacy kelembagaan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan umat dan bangsa secara berkelanjutan.