Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

UIN STS Jambi Mengikuti Workshop Asesor Rekognisi Pembelajaran Lampau

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berkomitmen untuk mempercepat implementasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pengakuan kompetensi di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai langkah awal, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi telah mengirimkan dua orang utusan untuk mengikuti Workshop Asesor Rekognisi Pembelajaran Lampau yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dikbudristek) di Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Workshop ini, yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 15 Mei 2024, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para asesor dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengakui pembelajaran lampau para mahasiswa dan calon mahasiswa. Program RPL memungkinkan individu yang telah memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran non-formal untuk mendapatkan pengakuan akademik setara dengan mata kuliah tertentu di perguruan tinggi.

Wakil Rektor I Unimed, menyampaikan “RPL di Unimed sudah dilaksanakan dari 2021, dengan danah hibah 17 prodi, tahapan dilaksanakan mengikuti tahapan. RPL mandiri beberapa prodi. 1 tahapan proses RPL adalah asesor RPL yang berfungsi penting untuk menilai konfersi dan lainnya. Semoga setelah kegiatan bapak ibu dapat memberikan yang terbaik untuk kegiatan RPL d kampus masing-masing”

Partisipasi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam workshop ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan nasional untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas lulusan. Dengan harapan UIN Sulthan thaha Saifuddin Jambi dapat mengimplementasikan RPL secara efektif dan efisien, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja dan pembelajaran di luar lingkungan formal

Dalam sambutannya ketua Belmawa menyampaikan “Workshop di UNIMED ini dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi akademik dari seluruh Indonesia dengan peserta 120 orang, dengan narasumber yang terdiri dari pakar pendidikan tinggi dan praktisi RPL berpengalaman. Para peserta diberikan materi mengenai konsep dan prinsip RPL, teknik penilaian dan validasi pembelajaran lampau, serta studi kasus dan praktik langsung dalam melakukan asesmen.

Ketua L2Dikti I Medan dalam sambutannya mengatakan bahwa “Proses pembelajaran tidak mengenal batas dan waktu, RPL menghargai kemampuan dan keterampilan mereka untuk mereka yang tidak mempunyai kesempatan mendapat gelar akademik”

Dengan nanti adanya program RPL, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berharap dapat memberikan peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang telah memiliki pengalaman kerja dan pembelajaran di luar jalur formal. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Partisipasi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam workshop ini merupakan wujud komitmen universitas dalam mengembangkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi dan misi UIN Sulthan Thaha saifuddin Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses