UIN STS Jambi Siapkan Dosen Berkualitas melalui Program PKDP

Berita 3 menit baca 52 kali dilihat
UIN STS Jambi Siapkan Dosen Berkualitas melalui Program PKDP

JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aston Hotel Jambi, Senin (8/6/2026). Sebanyak 250 dosen dari 17 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam mengikuti program tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Islam.

PKDP bertujuan untuk mendukung percepatan profesionalisme dosen. Program tersebut menjadi salah satu tahapan penting menuju sertifikasi dosen atau serdos. turut hadir dalam acara pembukaan Wakil Rektor III, koordinator pusat LPM, dan ketua tim kerja.

Dalam kesempatan itu, Kasubdit Ketenagaan Kementerian Agama, Muhammad Aziz Hakim menegaskan bahwa PKDP bertujuan meningkatkan kompetensi dosen pemula secara menyeluruh. Menurutnya, peserta akan mendapatkan pembinaan agar memiliki kemampuan akademik dan pedagogik yang memadai. “Sebagai dosen pemula, peserta akan dididik menjadi dosen yang memiliki kompetensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu persyaratan penting dalam proses memperoleh sertifikasi dosen. Oleh sebab itu, seluruh peserta diminta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh materi yang diberikan. Namun, hasil akhir juga sangat bergantung pada komitmen peserta selama mengikuti proses pembelajaran. “Tergantung komitmen para peserta untuk memperoleh kelulusan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Pahmi Sy mengingatkan pentingnya membangun kesadaran untuk terus memperbaiki kualitas diri. Menurutnya, dosen muda harus memiliki orientasi masa depan yang kuat dalam menjalankan tugas akademik. Karena itu, peningkatan kapasitas diri tidak boleh ditunda. Upaya pengembangan kompetensi harus dimulai sejak awal perjalanan karier sebagai dosen. “Hadir di sini untuk memperbaiki diri,” ujarnya di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seorang dosen tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengajar. Dosen juga perlu memiliki orientasi waktu dan semangat berkarya secara berkelanjutan. Selain itu, dosen harus memahami hubungan manusia dengan lingkungan dan alam semesta. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter pendidik yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Tidak hanya itu, ia menekankan bahwa tugas utama dosen bukan sekadar menyampaikan materi pembelajaran. Lebih dari itu, dosen memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk manusia yang berkarakter dan berpengetahuan. “Bagaimana mencerdaskan manusia dengan menjadikan manusia menjadi manusia,” katanya.

Ketua LPM, Tanti melaporkan, kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta dari 17 PTKI. Dan akan dilaksanakan selama enam hari. Ia meminta para peserta dapat dengan serius mengikuti kegiatan ini. Ketua LPM juga memotivasi peserta dengan menceritakan kisah Mpu Prapanca. “Mpu Prapanca hidup pada abad ke-14, tetapi karyanya masih dibahas ornag saat ini. Kita sebagai yang hidup zaman sekarang, harus juga memiliki karya untuk diteruskan pada generasi berikutnya,” ujar Tanti.

Pada akhirnya, PKDP 2026 diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan karier dosen di Indonesia.

Syafitri Handayani

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.