Muaro Jambi – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memperluas jejaring kerja samanya dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada Rabu (6/8), UIN STS Jambi resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Yappika (Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia) di amphitheatre lantai empat. Penandatanganan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam isu-isu penting seperti hak asasi manusia, demokrasi, dan lingkungan hidup.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful, M.Pd., menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan lembaga nasional tersebut. Menurutnya, di masa efisiensi saat ini, seluruh unit perlu aktif dan inovatif dalam menjalin kemitraan strategis. “Ini kesempatan emas bagi kita untuk berkolaborasi lintas sektor,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam menggagas kerja sama ini. “LPPM terus menunjukkan inovasi dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi,” tambahnya.
Ketua LPPM UIN STS Jambi, Dr. Fridiyanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini dalam kerangka program Basis (Building an Enabling Environment and Strong Civil Society in Indonesia). Adapun isu yang diangkat meliputi hak asasi manusia, demokrasi, dan lingkungan hidup yang relevan dengan SDGs. Korpus Lingkungan Hidup dan SDGs, serta Pusat Gender dan Anak secara teknis,mereka akan melaksanakan program ini.
Ketua Serikat Pengajar Hak Asasi Manusia (Sepaham) Indonesia, Muktiono, menyampaikan rasa bangganya atas terjalinnya kerja sama dengan kampus keagamaan. “Selama ini kami lebih banyak bermitra dengan kampus umum. Baru dua UIN di Sumatera yang kami gandeng,” ujarnya.
Menurut Muktiono, kolaborasi ini menjadi miniatur keanekaragaman serta penguatan nilai HAM dalam pendidikan dan advokasi. Ia juga berharap kerja sama dapat dilanjutkan dalam bentuk riset dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Yappika, Fransisca Fitri, menegaskan pentingnya membangun lingkungan sipil yang inklusif dan kondusif. Menurutnya, program BASIS (Building an Enabling Environment and Strong Civil Society in Indonesia) ini bertujuan memperkuat infrastruktur masyarakat sipil melalui kolaborasi lintas mitra, termasuk kampus. Oleh karena itu, peran kampus sangat strategis sebagai jembatan aman antara pemerintah, masyarakat, dan NGO,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kampus dapat mendorong penelitian yang relevan untuk memperkuat demokrasi di Indonesia. “Orang muda adalah aset bangsa. Kami yakin, pendidikan adalah kunci perubahan,” pungkasnya.
Melalui kerja sama ini, UIN STS Jambi menunjukkan komitmennya dalam membangun kemitraan strategis demi kemajuan bangsa. Selanjutnya, kerja sama ini juga diisi dengan seminar “Aktivisme setelah 27 Tahun Reformasi Indonesia”.
