Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Hari Puisi Jatuh pada 26 Juli: UIN STS Jambi Dukung Sosialisasi di Festival Batanghari 2025

Jambi – Hari Puisi Indonesia resmi ditetapkan jatuh pada tanggal 26 Juli setiap tahunnya, sebagaimana telah diumumkan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Dalam video sambutannya, beliau menyatakan bahwa penetapan Hari Puisi Indonesia bukan hanya perayaan seni. Melainkan juga bentuk penghargaan terhadap sejarah perjuangan bangsa yang erat dengan semangat puisi, seperti yang tercermin dalam Sumpah Pemuda. Di Jambi, menyambut penetapan tersebut, Wanita Penulis Indonesia (WPI) Jambi menggelar kegiatan sosialisasi Hari Puisi Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Taman Putri Pinang Masak, Selasa (5/8), sebagai bagian dari rangkaian Festival Batanghari 2025.

Dalam acara ini, Rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menugaskan Koordinator Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD), Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., untuk mewakili kampus dan menyampaikan dukungan atas inisiatif budaya tersebut. Penugasan ini mencerminkan komitmen Rektor UIN STS Jambi dalam menghidupkan ruang-ruang kebudayaan dan literasi di tengah masyarakat. UIN STS Jambi menilai bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendorong terciptanya masyarakat yang literat, inklusif, dan beradab.

WPI Jambi sebagai penyelenggara acara ini yang mencakup berbagai kegiatan. Seperti bincang puisi, parade baca puisi, serta bazar karya buku dan produk kreatif. Ketua WPI Jambi, Ramayani, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menilai bahwa puisi tidak semata karya estetika, tapi juga terapi jiwa.

Berbagai lembaga turut hadir dalam acara ini, termasuk lembaga adat, LAPAS, perguruan tinggi, serta Dinas Kebudayaan. Hadir juga Bapak Imran Rosyadi dari Dinas Pariwisata Provinsi Jambi yang sekaligus membuka acara.

Kegiatan ini dapat menjadi momentum tahunan yang mempererat kolaborasi antara kampus, komunitas penulis perempuan, dan pemerintah dalam menghidupkan tradisi sastra sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses