Universitas Islam Negeri
Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Prodi BPI UIN Jambi Berkolaborasi dalam The 4th FICOSIS Bahas Ketahanan Keluarga di Era Digital

Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berkolaborasi dalam kegiatan The 4th FUAD’s International Conference on Islamic Studies (FICOSIS). Kegiatan ini mengusung tema “The Role of Islamic Studies in Strengthening Family Resilience in the Digital Era.”

Dekan Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, S.S., M.Ag, menyampaikan apresiasi atas kesempatan kolaborasi tersebut. “Kami berterima kasih kepada UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo atas ruang kolaborasi akademik ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan konferensi internasional berikutnya di UIN Jambi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, tiga dosen Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Jambi berhasil lolos seleksi artikel, yaitu Massuhartono, M.Si; Sinta Rahmatil Fadhilah, M.A; dan Fuad Hasyim, S.Sos., M.Si. Ketiganya menulis tentang isu ketahanan spiritual dan peran perempuan dalam keluarga Muslim modern.

Selain itu, Guru Besar sekaligus dosen Prodi BPI UIN Jambi, Prof. Iskandar Nazari, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D, turut hadir sebagai keynote speaker. Beliau dikenal sebagai penggagas Psikologi Ruhiologi dan menyoroti pentingnya nilai-nilai spiritual dalam menghadapi krisis keluarga di era digital.

Kegiatan akademik berskala internasional ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Konferensi tersebut menjadi kolaborasi tiga perguruan tinggi Islam terkemuka, yaitu UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Tema ini dipilih sebagai bentuk respons terhadap tantangan disrupsi digital yang berpengaruh pada nilai-nilai keluarga Muslim. Selain itu, konferensi ini juga menekankan pentingnya peran studi Islam dalam memperkuat pondasi moral, spiritual, dan sosial di tengah era digital yang serba cepat.

Dekan FUAD UIN Ponorogo, Dr. Muh. Tasrif, M.Ag, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme peserta dan peneliti dari berbagai lembaga. Ia menjelaskan bahwa terdapat 58 paper ilmiah yang lolos seleksi dari ratusan naskah yang diterima panitia, berasal dari 17 lembaga, termasuk dua institusi dari Malaysia.

Paper yang lolos terbagi ke dalam empat subtema utama, yaitu The Qur’an as the Foundation of Family and Community Resilience, Islamic Communication in Strengthening Family Resilience and Harmony, Islamic Counseling and Guidance for Mental and Emotional Resilience in Family, serta Culture, History, and Local Wisdom as Pillars of Family Resilience and Character Building.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber internasional seperti Muhammad Saifudin bin Abdullah (PEKA & IKRAM Malaysia), Dr. H. Dudy Innaurdin Efendi, M.Ag., MQM dari UIN Bandung, dan Dr. Muhammad Ali, S.Ag., M.Pd dari UIN Ponorogo. Para pemateri menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Islam untuk memperkuat struktur keluarga yang tangguh secara spiritual, emosional, dan sosial.

Konferensi ini memiliki nilai strategis dalam dua aspek utama. Pertama, aspek akademik yang menunjukkan komitmen UIN Jambi dalam pengembangan riset Islam yang kontekstual dengan tantangan global. Kedua, aspek sosio-kultural yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi Islam di Indonesia dan Malaysia.

Dengan demikian, The 4th FICOSIS menjadi momentum penting dalam mengaktualisasikan peran studi Islam terhadap ketahanan keluarga Muslim modern. Kegiatan ini membuktikan bahwa studi Islam tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga mampu memberikan solusi praktis bagi ketahanan keluarga di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses